Citraland Gama City Bantah Dirikan Perumahan di Lahan Sengketa

Senin, 25 Agustus 2025 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu lokasi perumahan 
Citraland Gama City di Kabupaten Deli Serdang. Foto: ist

Salah satu lokasi perumahan Citraland Gama City di Kabupaten Deli Serdang. Foto: ist

 

Medan-Mediadelegasi: Pihak perusahaan pengelola perumahan Citraland Gama City di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, membantah tudingan menguasai lahan dengan cara melawan hukum.

Komplek perumahan mewah tersebut dibangun oleh Ciputra Group bekerja sama dengan Gama Land.

“Ciputra Group memiliki 10 titik lahan di Sumatera Utara. Untuk lahan yang berada di Citraland Gama City, kami yakin tidak ada sengketa karena dimiliki oleh pihak swasta,” kata Humas Citraland Gama City Medan, Deny kepada wartawan di Medan, Senin (25/8).

Pernyataan itu ditegaskannya menanggapi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mulai melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait proyek Citraland yang menguasai tanah HGU dan Eks HGU PTPN di Kabupaten Deli Serdang.

Menurut dia, dari 10 titik lahan yang dikuasai Ciputra Group, lahan perumahan Citraland Gama City dipastikan tidak termasuk dalam konflik agraria atau berada di atas tanah adat.

Namun demikian, Deny menyatakan dirinya tidak bersedia memberi keterangan lebih jauh dan jika ada warga atau pihak yang merasa dirugikan atas pembangunan perumahan tersebut sebaiknya menghubungi kantor perwakilan PT. Ciputra di Hotel JW Marriott Medan.

BACA JUGA:  Polres Samosir Imbau Warga Tak Bakar Lahan

 

Disebutkannya, pemberitaan seputar langkah Kejagung menelusuri legalitas lahan perumahan Citraland Gama City belum mempengaruhi kinerja operasional maupun manajemen perusahaan tersebut.

 

“Kalau pun ada dampak, tentu kami sudah mengambil langkah, termasuk kemungkinan merumahkan karyawan,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, Kejagung saat ini mulai menyelidiki dugaan penggelapan tanah di Sumatera Utara yang disinyalir merugikan keuangan negara sekitar Rp300 triliun.

 

Penyelidikan tersebut tertuang dalam
Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Prin-9/fd.1/06/2025 tanggal 10 Juni 2025 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI.

 

Surat perintah penyelidikan tersebut dikeluarkan berkaitan erat dengan dugaan penggelapan dan penguasaan lahan tanpa proses legal, manipulasi dokumen, dan kolusi dengan oknum birokrat.

 

Selain itu, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menemukan indikasi bahwa sertifikat diterbitkan tanpa melalui mekanisme yang sah.

 

Praktik manipulasi dokumen itu diduga sengaja dilakukan oknum-oknum pengusaha yang berkonspirasi dengan oknum pejabat instansi pemerintah terkait dalam upaya penguasaan lahan untuk tujuan pembangunan proyek properti di wilayah Medan, Deli Serdang dan Binjai.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Sambangi Korban Banjir di Medan

Salah satu titik lokasi lahan yang diduga dokumennya bermasalah itu diperkirakan adalah Citraland Gama City yang berada dekat Kampus Unimed dan UIN Sumut.

 

Total luas lahan yang diduga dikuasai di area
proyek Deli Megapolitan tersebut diperkirakan mencapai 8.077,73 hektar dan disebut-sebut berada di atas area eks HGU PTPN II.

Dari total lahan 8.077,73 hektar proyek Deli Megapolitan, seluas 2.514 hektar dikembangkan menjadi lokasi residensial, 1.175,5 hektar untuk industri, 340,5 hektar
untuk komersial dan seluas 4.047 hektar untuk kawasan terbuka hijau.

 

Lokasi proyek tersebut diduga berada di lokasi terpisah, antara lain di eks Kebun Helvetia 811,89 hektar, Kebun Sampali-Saintis seluas 2.967.92 hektar, Kebun Bandar Klippa 3.545,74 hektar, Kebun Penara 507,11 hektar dan Kebun Kuala Namu seluas 245,10 hektar. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB