Humbahas-Mediadelegasi: Kapolres Humbahas AKBP Achmad Muhaimin SIK MH bersama Forkopimda, Kamis (14/4), mendampingi Menteri Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan rombongan, di Desa Hutajulu Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumut.
Kegiatan diawali dengan paparan dari Vanbasten selaku Manager Food Estate, kemudian Pengecekan lokasi penanaman kentang sembari Pengenalan alat proses penanaman tanaman kentang kepada menteri Marves.
Pengenalan itu oleh Mahasiswa dari USU Medan jurusan pertanian berupa alat Votato Plenter Alat untuk menanam kentang secara mekanis, Power Harow alat pengolah tanah, Arabel merupakan alat sensor tanaman kentang dan Manure Spreader merupakan alat penyebar kompos.
Selain Luhut B Pandjaitan, hadir dalam kegiatan peninjauan lokasi di lokasi Food Estate, Desa Hutajulu itu CEO Mayora Andre Admaja, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Kapolres Humbahas AKBP Achmad Muhaimin SIK MH, Dandim 0210/ TU, Kejari Humbahas, Kadis Pertanian Provinsi Sumut, Kadis Pertanian Humbahas, Camat Pollung, tokoh masyarakat, kolompok tani, mahasiswa dari USU Medan dan insan pers.
Vanbasten Manager Food Estate dalam paparannya menjelaskan bahwa lokasi pengembangan ketahanan pangan di lokasi Food Estate berlokasi di Desa Hutajulu termasuk lahan gambut.
Jalan menuju lokasi pengembangan ketahanan pangan Food Estate itu sendiri belum aspal. Kemudian lahan yang berada di lokasi ketahanan pangan Food Estate merupakan milik masyarakat Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas.
Solenoid Valve merupakan alat untuk pengendali air untuk tanaman kentang secara otomatis. Sensor SM 150 merupakan alat untuk menjaga kesuburan tanah. Tambahnya bahwa rencana penanaman kentang di pengembangan ketahanan pangan Food Estate Desa Hutapaung seluas 17 Ha.
Arahan Menko Marves Luhut B Pandjaitan melalui Zoom meminta Menteri Pertanian dan jajarannya bekerja sama dengan manager Food Estate khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Humbahas.
“Pengembangan ketahanan pangan merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia yang disetujui langsung oleh bapak Presiden RI Ir Joko Widodo,” kata Luhut.
Dia juga meminta mahasiswa bekerja dengan baik terkait dengan pengembangan food estate yang berada di desa hutajulu karena ketahanan pangan pengaruh dengan perang yang terjadi di Ukraina dan Rusia yang belum tau kapan berakhir.
“Hasil pertanian berupa kentang dan bawang merah yang ada di wilayah Kabupaten Humbahas akan menjadi pertanian yang diakui di Indonesia,” katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat jangan terpengaruh terhadap isu lahan akan dikuasai oleh pemerintah karena lahan tersebut akan kembali ke masyarakat dan akan dibuat sertifikatnya oleh Presiden RI langsung. D|Has-100






