Medan-Mediadelegasi: Dana R3P Sumut menjadi sorotan setelah Gubernur Bobby Nasution terlihat keluar dari rapat virtual bersama sejumlah menteri koordinator. Dalam video yang viral di media sosial, Bobby tampak menunjukkan ekspresi kecewa terkait alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk Sumatera Utara yang dinilai terlalu kecil.
Dana R3P Sumut Dipersoalkan dalam Rapat Virtual
Peristiwa itu terjadi saat Bobby mengikuti rapat daring dari sebuah ruangan bersama Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugerah, Jum’at (27/2/2026). Rapat tersebut membahas pembagian anggaran penanganan pascabencana yang bersumber dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) masing-masing daerah terdampak.
Dalam rekaman yang beredar, Bobby terlihat kesal dan mengajak bawahannya meninggalkan forum rapat. Ia bahkan terdengar melontarkan protes atas mekanisme pembagian anggaran yang dinilainya tidak jelas. Sikap spontan itu memicu beragam reaksi publik.
Saat dikonfirmasi, Bobby menjelaskan bahwa data kebutuhan penanganan pascabencana diambil dari dokumen R3P yang telah disusun bersama kementerian dan lembaga terkait. Ia menegaskan data tersebut telah diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimasukkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menurut Bobby, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 56 triliun untuk tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Namun, dari total anggaran tersebut, Sumut hanya memperoleh Rp 2,1 triliun.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/alokasi-bencana-bobby-nasution-pertanyakan-ketimpangan-dana/
Ia menyebut angka itu jauh dari kebutuhan riil yang diajukan pemerintah provinsi, yang mencapai lebih dari Rp 30 triliun. Menurutnya, besaran anggaran seharusnya mempertimbangkan tingkat kerusakan, jumlah korban, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.








