Danau Toba Terancam: Keramba Jaring Apung dan Ancaman Kartu Merah UNESCO

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir-Mediadelegasi: Danau Toba, ikon wisata Indonesia dan warisan dunia UNESCO Global Geopark, menghadapi ancaman serius. Pencemaran lingkungan yang terus meningkat,

terutama akibat keberadaan keramba jaring apung, telah mendorong peringatan keras dari berbagai pihak, termasuk Ephorus HKBP, Pendeta Victor Tinambunan.

Dalam sebuah wawancara, Pendeta Victor menggambarkan Danau Toba sebagai “tong sampah raksasa”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti dampak negatif dari keramba jaring apung, khususnya limbah pakan ikan yang tak terkonsumsi dan mengendap di dasar danau, menyebabkan polusi amonia yang signifikan.

Polusi ini telah berdampak nyata pada ekosistem Danau Toba. Kejadian kematian ikan dalam jumlah besar (ratusan ton) sebanyak tiga kali dalam sepuluh tahun terakhir menjadi bukti nyata kerusakan lingkungan yang terjadi. Kondisi ini menunjukkan kapasitas daya dukung Danau Toba yang telah melampaui batas.

BACA JUGA:  Kerbau Hilang Lagi di Parhorasan Samosir

Kekhawatiran semakin meningkat mengingat peringatan dari World Bank yang menunjuk keramba jaring apung sebagai salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan di Danau Toba.

UNESCO pun telah memberikan “kartu kuning” kepada Danau Toba, dengan tenggat waktu perbaikan yang telah lewat. Ancaman “kartu merah” atau pencabutan status Global Geopark semakin nyata.

Pendeta Victor Tinambunan mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan keramba jaring apung yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk menyelamatkan Danau Toba dari kerusakan lebih lanjut.

Nasib Danau Toba kini berada di ujung tanduk. Perbaikan ekologis yang menyeluruh dan segera sangat dibutuhkan untuk mencegah hilangnya status Global Geopark dan melindungi keindahan serta kelestarian danau vulkanik terluas di dunia ini untuk generasi mendatang.

BACA JUGA:  Gara-gara Material Proyek Ditumpuk, Resman Tewas Kecelakaan di Jalan Pangururan

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid
Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos
Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD
Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam
Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027
Wakil Bupati Samosir Hadiri Partangiangan Bonataon PPTSB Cabang Samosir 2

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:40 WIB

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid

Kamis, 2 April 2026 - 13:59 WIB

Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:37 WIB

Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD

Senin, 16 Februari 2026 - 23:28 WIB

Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:10 WIB

Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB