Gunung Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu Capai 500 Meter ke Langit

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gunung Semeru saat teramati mengeluarkan asap dan abu vulkanis pada Kamis, 30 April 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meletus pada pukul 15.47 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dan berarah ke barat daya.

Foto: Gunung Semeru saat teramati mengeluarkan asap dan abu vulkanis pada Kamis, 30 April 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meletus pada pukul 15.47 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dan berarah ke barat daya.

Lumajang-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanis Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meletus kembali pada Kamis sore, 30 April 2026, memuntahkan material vulkanis ke udara dan memicu kewaspadaan tinggi bagi masyarakat di sekitarnya.

Berdasarkan laporan resmi dari pengamatan lapangan, letusan tersebut terjadi tepat pada pukul 15.47 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 30 April 2026, pukul 15:47 WIB tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak,” tulis petugas pengamatan gunung api, Sigit Rian Alfian, dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara visual, kolom abu yang dikeluarkan terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang cukup tebal. Arah tiupan abu vulkanis ini diketahui mengarah ke barat daya, yang berpotensi membawa dampak bagi wilayah-wilayah yang dilaluinya.

BACA JUGA:  Ariel NOAH, Judika, dan Fadly Padi Reborn Hadiri RDPU di DPR, Bahas Hak Cipta dan Royalti

Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi ini juga terekam jelas pada alat seismograf. Data mencatat bahwa erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 21 mm dengan durasi kejadian berlangsung selama 114 detik.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini memang dikenal memiliki aktivitas vulkanis yang cukup dinamis. Hingga saat ini, gunung tersebut masih menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang signifikan dan perlu diwaspadai.

Merespons kejadian ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera mengeluarkan serangkaian rekomendasi dan larangan demi keselamatan masyarakat.

Pemerintah melalui PVMBG melarang warga untuk melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Wilayah ini dianggap paling rawan terhadap potensi bahaya besar.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Jarak aman ini ditetapkan karena adanya potensi bahaya lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan sangat membahayakan nyawa.

BACA JUGA:  GARDA KAMTIBMAS: Jangan Jadikan Polri Sebagai Alat Politik

PVMBG juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap bahaya lanjutan yang mungkin muncul, seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar dingin atau hujan abu yang bisa mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru.

Wilayah sungai yang perlu diperhatikan secara khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, beserta anak-anak sungai yang terhubung langsung dengan aliran tersebut.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dan yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu menggunakan pelindung diri seperti masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat debu vulkanis, serta memantau perkembangan informasi terbaru dari pihak berwenang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Korupsi Proyek RSU Rp38 Miliar, Kadis Kesehatan Nias Ditahan
Mafia BBM & LPG di Jatim Dibongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Terbukti Palsukan Identitas Dokter, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut
May Day 2026: 10.000 Buruh KASBI-Gebrak Geruduk DPR, Tolak Gabung Acara di Monas
Bareskrim Sita Aset Keluarga Ko Erwin Senilai Rp15,3 Miliar, Diduga Hasil Cuci Uang Narkoba
Tingkatkan Penyerapan Kerja, Menaker Yassierli Genjot Pelatihan Vokasi yang Link and Match
ST Burhanuddin Lantik Puluhan Pejabat, Tegaskan Tinggalkan Pola Kerja Lama
Terbukti Manipulasi Laporan & Pencucian Uang, CEO eFishery Gibran Divonis 9 Tahun Penjara

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:03 WIB

Gunung Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu Capai 500 Meter ke Langit

Kamis, 30 April 2026 - 14:43 WIB

Diduga Korupsi Proyek RSU Rp38 Miliar, Kadis Kesehatan Nias Ditahan

Kamis, 30 April 2026 - 14:21 WIB

Mafia BBM & LPG di Jatim Dibongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 12:08 WIB

Terbukti Palsukan Identitas Dokter, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut

Kamis, 30 April 2026 - 11:51 WIB

May Day 2026: 10.000 Buruh KASBI-Gebrak Geruduk DPR, Tolak Gabung Acara di Monas

Berita Terbaru

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB