Medan-Mediadelegasi: Langkah pasti terus ditapaki Ahmad Zidane Wahyudi, pesepakbola muda asal Kota Medan, dalam menembus kerasnya persaingan sepakbola nasional. Pada usia 19 tahun, pemain kelahiran 15 Agustus 2006 ini resmi menjadi bagian dari Sumsel United, klub peserta Liga 2 Indonesia yang bermarkas di Stadion Jakabaring, Palembang.
Zidane nama yang kini mulai diperbincangkan, berada di bawah komando sosok yang kaya pengalaman, Nil Maizar. Nama Nil Maizar tentu tak asing bagi publik sepakbola Tanah Air. Ia pernah menukangi Tim Nasional Indonesia pada era 2012–2013 serta mencatat sejarah dengan membawa Semen Padang FC menjuarai Indonesia Premier League (IPL) musim 2011–2012.
Bergabungnya Zidane ke Sumsel United menjadi bukti bahwa proses panjang dan konsistensi tak pernah mengkhianati hasil. Sebelumnya, ia sempat merasakan atmosfer seleksi Timnas U-16 pada tahun 2020, sebuah pengalaman penting yang menempa mental dan kualitas bermainnya sejak usia belia.
Menariknya, di klub barunya Zidane tak sendiri. Ia satu tim dengan Rahmad Hidayat, pemain senior yang musim lalu memperkuat PSMS Medan. Kehadiran Rahmad menjadi keuntungan tersendiri bagi Zidane. Sang senior kerap berbagi pengalaman dan ilmu dalam mengolah si kulit bundar, sekaligus menjadi mentor di dalam maupun luar lapangan.
Perjalanan Zidane menuju level profesional bukanlah jalan pintas.
Ia memulai kariernya dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan pada 2016–2018, lalu hijrah ke Akademi RMD Jakarta dari 2018 hingga 2024. Pada musim 2024–2025, Zidane memperkuat EPA U-20 Semen Padang sebelum akhirnya dipercaya bergabung dengan Sumsel United pada 2025.






