Mengejutkan, Xabi Alonso Dipecat Madrid

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid. Foto: Ist.

Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kabar mengejutkan datang dari Santiago Bernabeu. Xabi Alonso, pelatih muda yang digadang-gadang akan membawa angin segar bagi Real Madrid, resmi meninggalkan jabatannya setelah hanya tujuh bulan menukangi tim. Keputusan ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, mengingat reputasi Alonso sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya.

 

Berita Mengejutkan

Namun, di balik berita mengejutkan ini, terdapat lima alasan utama yang menjadi faktor pemecatan sang pelatih. Mulai dari performa tim yang jauh dari harapan, hingga krisis yang terjadi di ruang ganti pemain.

1. Hasil Buruk dan Tekanan Klub: Real Madrid gagal meraih trofi Piala Dunia Antarklub dan tampil mengecewakan di babak semifinal melawan PSG. Puncaknya, kekalahan telak di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona menjadi titik nadir yang membuat manajemen klub kehilangan kesabaran. Di Santiago Bernabeu, kekalahan terhormat tidaklah cukup, dan hilangnya kepercayaan terhadap Alonso semakin tak terhindarkan.

2. Janji Rock and Roll Tak Pernah Terwujud: Xabi Alonso datang dengan janji membawa gaya permainan pressing tinggi dan sepak bola agresif yang menghibur. Namun, kenyataannya di lapangan jauh panggang dari api. Tim tampil tanpa energi, kehilangan intensitas, dan kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Gaya pressing tinggi hanya terlihat sesekali, seperti saat menghadapi Barcelona di Bernabeu, sementara performa tim secara keseluruhan terus menurun dari waktu ke waktu.

BACA JUGA:  Tujuh Oknum Polisi Polrestabes Medan Direkomendasikan Dipecat

 

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/era-baru-herdman-nakhoda-garuda/

3. Ketiadaan Pemain Pengatur Tempo yang Memadai: Xabi Alonso meminta kepada manajemen klub untuk mendatangkan pemain lini tengah yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan ritme permainan. Namun, alih-alih memenuhi permintaannya, Madrid justru mendatangkan Franco Mastantuono seharga 60 juta euro, sementara Martin Zubimendi justru dilepas ke Arsenal. Kepergian Luka Modric juga meninggalkan lubang besar di lini tengah, membuat kombinasi Tchouameni, Camavinga, dan Valverde kurang efektif dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

4. Masalah Build-up dan Strategi Serangan: Kurangnya kemampuan membangun serangan dari lini belakang menjadi masalah yang semakin terlihat jelas, terutama di ajang Piala Super Spanyol. Thibaut Courtois, sang penjaga gawang, bahkan harus melakukan hampir 40 umpan panjang saat menghadapi Atletico Madrid. Real Madrid tampil seperti tim kecil, lebih mengandalkan bola-bola kedua, dan kehilangan estetika permainan yang selama ini menjadi ciri khas klub. Pola serupa kembali muncul di final melawan Barcelona, semakin mempertegas masalah taktik yang dihadapi oleh Xabi Alonso.

5. Krisis Ruang Ganti dan Hubungan dengan Pemain: Xabi Alonso dikenal sebagai pelatih yang sangat intensif dalam hal taktik dan analisis, sebuah pendekatan yang sangat berbeda dengan gaya santai yang diterapkan oleh pendahulunya, Carlo Ancelotti. Hubungan dengan Vinicius Junior, salah satu pemain kunci tim, sempat memanas, terutama saat Vinicius menolak untuk diganti dalam pertandingan El Clasico.

BACA JUGA:  Dua Oknum Komisioner KI Sumut Terancam Dipecat

Ketegangan di ruang ganti, kritik terhadap keputusan untuk tidak memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda seperti Arda Guler dan Franco Mastantuono, hingga kurangnya dukungan dari para pemain senior, semakin mempercepat proses kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid.

Pemecatan Xabi Alonso mencerminkan kombinasi dari kelima faktor tersebut: hasil yang mengecewakan, gaya permainan yang tidak konsisten, kekurangan pemain pengatur tempo, masalah dalam membangun serangan, dan krisis internal yang terjadi di ruang ganti pemain.

Real Madrid kini menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan pemain klub yang juga memiliki pengalaman melatih di tim junior, sebagai pelatih pengganti untuk menghadapi sisa musim La Liga dan kompetisi lainnya.

Keputusan cepat ini menegaskan standar tinggi yang diterapkan oleh klub raksasa Spanyol tersebut, yang selalu menuntut performa konsisten dan gaya bermain atraktif di setiap pertandingan. Xabi Alonso pun harus meninggalkan Madrid lebih cepat dari yang banyak diperkirakan, meninggalkan catatan singkat namun penuh kontroversi dalam sejarah klub. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Mengejutkan, Xabi Alonso Dipecat Madrid”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andre Rosiade Disebut Calon Kuat Ketum PSSI 2027, Fokus Semen Padang Juara Liga 2 Lebih Dulu
Ragnar Oratmangoen Dipastikan Masuk Skuad Timnas Indonesia Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026, Marselino dan Hubner Absen
Kemenangan Dramatis Atas Inggris, Messi Sebut Laga Semifinal Piala Dunia 2026 Sangat Spesial
Luar Dugaan Maroko Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti
Spanyol Juara Grup H Usai Kalahkan Uruguay 1-0, Cape Verde Susul Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Daftar Semakin Lengkap: 19 Tim Sudah Pastikan Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Laga Penentu Babak Gugur: Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Timnas Mesir Pimpin Klasemen Grup G Piala Dunia 2026 Mengalahkan Selandia Baru dengan Skor 3-1
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Andre Rosiade Disebut Calon Kuat Ketum PSSI 2027, Fokus Semen Padang Juara Liga 2 Lebih Dulu

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:02 WIB

Ragnar Oratmangoen Dipastikan Masuk Skuad Timnas Indonesia Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026, Marselino dan Hubner Absen

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:22 WIB

Kemenangan Dramatis Atas Inggris, Messi Sebut Laga Semifinal Piala Dunia 2026 Sangat Spesial

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:57 WIB

Luar Dugaan Maroko Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:51 WIB

Spanyol Juara Grup H Usai Kalahkan Uruguay 1-0, Cape Verde Susul Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Berita Terbaru