Medan-Mediadelegasi: Strategi pengelolaan media online dan berbagai saluran melalui sosmed kian menarik dewasa ini. Tak terkecuali bagi wartawan senior sekaliber Abyadi Siregar, mantan Kepala Ombudsman Sumut.
“Kita harus mencermati jaman yang dihadapi pers, berubah dahsyat bagai air bah,” kata Abyadi Siregar, saat menyambangi Kantor Redaksi Media Delegasi, Senin (15/9), di Medan.
Bersama owner PT Media Delegasi Nusantara, Ir Mandalasah Turnip SH, Pemimpin Redaksi T Nico Adrian SH dan Pemimpin Umum H Maruli AS Siregar diskusi terbatas pengelolaan portal web dan berbagai salurannya berlangsung seru dan menginspiratif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Abyadi juga mengungkap sejumlah kendala dan prospek yang menantang di tengah badai digital dewasa ini dalam pengelolaan media miliknya.
“Eranya sangat jauh berbeda. Dahulu karya jurnalistik wartawan disebarkan kepada pembaca melalui cetak. Sekarang dominan, karya jurnalistik dengan suara dan video yang dipublikasikan melalui berbagai saluran digital,” sebut putra kelahiran Pahae, Tapanuli Utara ini.
BACA JUGA: Abyadi Siregar: Layanan Pengaduan RSU Pirngadi Belum Refresentatif
Dia mengaku cukup merasakan, betapa strategisnya ilmu dan pengalaman jurnalistik menghadapi digitalisasi dewasa ini.
“Kita hanya perlu beradaptasi dengan perkembangan jaman dengan terus banyak belajar, jika tak mau tergilas,” ujarnya.
Abyadi juga mengaku memonitor keberadaan media online khususnya di Kota Medan dan Sumatera Utara.
“Melalui sosmed teman-teman, saya melihat Media Delegasi aktif dan terus melakukan aktivitas pembekalan sumber daya manusia di bidang jurnalistik,” ungkapnya.
Ungkapan Abyadi Siregar ini, mengundang Mandalasah Turnip membuka rahasia yang menjadi prinsip penyelenggaraan Media Delegasi.
“Kita bukan hanya memproduksi informasi atau karya jurnalistik, tetapi juga kita sangat intens terhadap program pembinaan dan pembekalan SDM. Kita melatih generasi yang berminat tampil di depan kamera, dan sebagai tim kreatif video,” sebut Mandalasah Turnip.
Sementara Nico Adrian sependapat dengan masa depan pengelolaan media cukup menjanjikan memanfaatkan beragam saluran digital.
Hanya saja, pihaknya masih menghadapi keterbatasan SDM yang siap pakai.
“Kecenderungannya, pengelola Media online membutuhkan tenaga yang bisa tampil sebagai presenter dan mampu membuat naskah. Tenaga yang mampu editing video dan suara serta memahami naskah jurnalistik,” ujar Nico. D|Red












