Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden, Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden, Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi bukti nyata semakin eratnya hubungan diplomatik dan kerja sama kedua negara di berbagai sektor strategis, khususnya bidang pertahanan dan keamanan kawasan.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, Presiden Prabowo didampingi langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran pejabat tinggi pertahanan kedua negara ini menegaskan komitmen bersama untuk terus memperdalam pemahaman dan menyelaraskan langkah dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan gambaran mengenai suasana pertemuan yang berlangsung sangat hangat dan penuh nuansa persahabatan. Suasana ini disebut sebagai cerminan nyata dari kualitas hubungan bilateral Indonesia dan Jepang yang terus tumbuh positif dalam bingkai kemitraan strategis komprehensif.

“Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Jepang bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis serta perkembangan kerja sama pertahanan yang telah terjalin dengan baik antara kedua negara,” ungkap Rico dalam keterangan tertulisnya yang dirilis kepada awak media pada Sabtu (13/6/2026), menjelaskan cakupan pembahasan yang cukup luas dan mendalam.

Rico memaparkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertahanan Jepang menyampaikan komitmen kuat dari pemerintah negaranya untuk terus memperkuat dan memperluas cakupan kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Komitmen ini didasarkan pada Defence Cooperation Arrangement (DCA) atau Pengaturan Kerja Sama Pertahanan yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua menteri pertahanan pada bulan Mei 2026 lalu.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Langsung Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Selatan

Kerangka kerja sama ini menjadi landasan hukum dan teknis yang kokoh bagi kedua negara untuk melangkah lebih jauh dalam berbagai bidang pertahanan. Menanggapi komitmen yang disampaikan delegasi Jepang, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik perkembangan positif tersebut dan memberikan dukungan penuh agar kemitraan ini terus diperkuat.

Presiden menekankan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kedaulatan serta kepentingan nasional kedua negara. Dukungan ini menjadi dorongan kuat bagi jajaran Kementerian Pertahanan untuk segera mewujudkan berbagai poin kesepakatan yang telah dirumuskan bersama mitra strategis dari Jepang tersebut.

Salah satu poin penting yang menjadi fokus utama dalam pertemuan ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertahanan. Kedua negara sepakat bahwa pertukaran personel, kerja sama di bidang pendidikan militer, serta kolaborasi akademik merupakan fondasi yang sangat vital untuk membangun hubungan jangka panjang yang kokoh.

Secara khusus, dibahas pula rencana penerimaan kadet-kadet terbaik dari Indonesia untuk menempuh pendidikan di Akademi Pertahanan Nasional atau National Defense Academy Jepang. Program ini diharapkan dapat mencetak kader pemimpin pertahanan yang tidak hanya cakap secara ilmu pengetahuan militer, tetapi juga memiliki ikatan persahabatan yang kuat dengan negara sahabat.

BACA JUGA:  Prabowo Copot Pimpinan Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Nanik S Deyang Ditunjuk Sebagai Pengganti

Selain aspek sumber daya manusia, pembahasan juga mendalami kerja sama teknis di lapangan, termasuk penguatan keamanan maritim, manajemen logistik, serta pemeliharaan alutsista. Berbagai peluang kerja sama di bidang teknologi pertahanan juga dibuka lebar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui mekanisme dialog rutin dan pembahasan di tingkat teknis.

“Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pertahanan kedua negara sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” jelas Rico, menegaskan bahwa segala bentuk kolaborasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kepentingan bilateral, tetapi juga tanggung jawab bersama menjaga keamanan wilayah.

Di akhir pertemuan, kedua menteri pertahanan kembali menegaskan komitmen politik untuk segera menindaklanjuti setiap poin kesepahaman yang telah dicapai. Ditegaskan pula bahwa seluruh implementasi kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang berjalan secara konstruktif, saling menguntungkan, dan tetap berada dalam koridor kepentingan nasional masing-masing negara serta hukum internasional yang berlaku. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maruli Siahaan: Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Sampang adalah Tragedi Kemanusiaan, Negara Wajib Hadir Melindungi Korban
Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap
Prajurit Kodam I/BB Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional
Menaker Yassierli Hadiri Pertemuan Menteri BRICS di India, Bahas Transformasi Dunia Kerja
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang, Sempurnakan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia
Dr. Maruli Siahaan Dorong Penguatan Uji Tuntas HAM dan Pengawasan DPR dalam Implementasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia
Presiden Prabowo Belum Terima Usulan Nama Pengganti Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Putar Uang Rp 223 Triliun Per Tahun, Salurkan Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:58 WIB

Maruli Siahaan: Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Sampang adalah Tragedi Kemanusiaan, Negara Wajib Hadir Melindungi Korban

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:37 WIB

Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:19 WIB

Prajurit Kodam I/BB Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:01 WIB

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang, Sempurnakan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 19:23 WIB

Dr. Maruli Siahaan Dorong Penguatan Uji Tuntas HAM dan Pengawasan DPR dalam Implementasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia

Berita Terbaru