Sejumlah aktivis di Medan mendesak Fraksi Gerindra untuk memberikan sanksi yang lebih tegas. Mereka berpendapat bahwa perilaku Ajie Karim tidak pantas dan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Perpindahan posisi Ajie Karim ini semakin memperkuat pandangan publik bahwa Fraksi Gerindra sedang menanggapi tekanan dan sorotan masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk meredam polemik yang beredar luas di tengah masyarakat.
Sejauh ini, Ajie Karim sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait video yang menjadi sumber kontroversi. Sikapnya yang memilih diam justru menambah spekulasi publik.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik akan pentingnya menjaga etika dan perilaku di ruang publik maupun privat. Di era digital, setiap tindakan dapat terekam dan berdampak pada reputasi dan kepercayaan masyarakat.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, mutasi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Fraksi Gerindra mengakui adanya masalah dan mengambil langkah konkret, meski sebatas pencopotan posisi strategis. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






