Eksploitasi Hutan Disinyalir Penyebab Bencana Alam di Kawasan Danau Toba

- Penulis

Selasa, 18 Mei 2021 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir-Mediadelegasi: Bencana alam di Kota Prapat belum lama ini mendorong semua pihak yang ada di Kabupaten Samosir baik Pemerintah Daerah untuk terus menjaga kawasan hutan dengan cara menghentikan sementara semua kegiatan eksploitasi hutan, baik penyadapan hingga penebangan yang liar dan tidak berizin.

Praktisi lingkungan Sumatra Utara, Mangaliat Simarmata saat dihubungi, Selasa (18/5/2021) menyampaikan, kawasan hutan yang ada di Kabupaten Samosir baik hutan lindung dan kawasan hutan milik masyarakat disinyalir telah banyak rusak. Salah satu contoh penyadapan pinus hingga penebangan pohon di berbagai titik yang akan mengancam alam Danau Toba jika tidak dilakukan penghentian.

“Banjir bandang di Prapat jelas sangat memukul semua masyarakat, sebab banjir yang datang dari atas diakibatkan penggundulan hutan dan eksploitasi yang sangat masif,” katanya.

BACA JUGA:  Toko Kelontong di Samosir Ludes Terbakar, Anak Pemilik Meninggal Dunia

Ia juga berharap Kepolisian Polda Sumatra Utara harus bertindak tegas jika masih ada kegiatan eksploitasi hutan baik penyadapan dan penebangan yang liar dilakukan di Kabupaten Samosir supaya ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.

Bukan cuma di Samosir, dia juga berharap aparat penegak hukum menghentikan exploitasi di seluruh kawasan Danau Toba.

“Menurut saya harus dihentikan semua, bahaya yang lebih besar sedang mengamcam kehidupan di KDT Semoga tidak terjadi,” harapnya.

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah XIII Dolok Sanggul, melalui kepala UPTD Kabupaten Samosir, Haritua Siregar saat dikonfirmasi menyampaikan, Dinas Kehutanan telah mengeluarkan edaran kepada setiap pengelola Kelompok Tani Hutan (KTH) yang mengelola hutan lindung untuk menghentikan dan mengevaluasi sementara kegiatan penyadapan.

BACA JUGA:  Kebakaran Lereng Gunung Pusuk Buhit, Wilmar Simandjorang Kecewa

“Untuk penyadapan Pinus di kawasan hutan lindung kami sudah minta untuk dihentikan dan dievaluasi, namun untuk lahan atau kawasan milik masyarakat kami belum bisa buat edarannya, karena itu milik masyarakat,” katanya. D|Sam-59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid
Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos
Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD
Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam
Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027
Wakil Bupati Samosir Hadiri Partangiangan Bonataon PPTSB Cabang Samosir 2

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:40 WIB

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid

Kamis, 2 April 2026 - 13:59 WIB

Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:37 WIB

Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD

Senin, 16 Februari 2026 - 23:28 WIB

Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:10 WIB

Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!

Berita Terbaru