Emetikra Simbolon Srikandi Batak di Samosir

- Penulis

Minggu, 20 Maret 2022 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emetrika Simbolon (depan tengah pakai ulos putih), berpose dengan para anak didiknya di Sangar Seni ‘Gok Asi’, usai tampil dalam satu pesta adat-budaya Batak di objek wisata Simanindo  Samosir, belum lama ini. Foto: D|dok emetrika

Emetrika Simbolon (depan tengah pakai ulos putih), berpose dengan para anak didiknya di Sangar Seni ‘Gok Asi’, usai tampil dalam satu pesta adat-budaya Batak di objek wisata Simanindo Samosir, belum lama ini. Foto: D|dok emetrika

ADA yang menarik ketika berlangsung syuting film dokumenter tentang prosesi pengobatan tradisonal di satu lokasi desa di Kabupaten Samosir, belum lama ini. Adegannya, seorang dukun sakti wanita yang disebut Sibaso Nabolon diperankan Emetikra Simbolon, sedang melakukan ritual persiapan pengobatan herbal tradisional di bawah pohon besar yang rindang.

Emetikra Simbolon, yang sehari-hari memang seorang tabib wanita yang mengelola klinik pengobatan alternatif dan tradisional di desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Namanya Klinik ‘Emeni Herbal’ dengan layanan pengobatan yang sepenuhnya menggunakan bahan rempah-rempah dan dedaunan herbal yang diracik menjadi obat berupa minyak urut dan minuman semacam jamu tradisional.

“Tadinya saya agak ragu memenuhi tawaran syuting film dokumenter itu walapun hanya sebatas peran figuran. Tapi, tim film itu bilang syuting harus melibatkan langsung orang yang memahami secara penuh tentang aksi, isi dan misi dokumenternya, barulah saya iyakan (terima) karena peran ketabiban itu memang real profesi saya di dunia pengobatan tradisional,” ungkap Emetikra Simbolon kepada Mediadelegasi, Sabtu (19/3).

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Kenakan Pakaian Adat Batak Toba

Jelang diskusi virtual (zoom meeting) tentang Kebudayaan Batak yang digelar Forum Batakologi Jakarta, dia mengungkapkan hal itu ketika menanggapi aksi seorang wanita pawang hujan yang viral ketika ‘mengendalikan’ hujan agar ‘pindah’ dari arena balapan Sirkuit Mandalika.

Emetrika memapaparkan, pembuatan film dokumenter itu terkait peranan seorang wanita dukun Batak atau Sibaso Nabolon dalam kisah terjadinya ‘Sigale-gale’ di Bumi Samosir. Sigale-gale (yang lemah gemulai dan lunglai) adalah satu atraksi tari yang menggunakan patung kayu menyerupai manusia, konon merupakan bagian ritual duka dalam prosesi penguburan mayat di kalangan suku Batak di Pulau Samosir dulunya.

Emetrika, selain sebagai tabib (Sibaso Nabolon), juga ternyata seorang seniman aktif di bidang tetarian Batak yang sehari-hari juga mengelola sanggar tari yang dinamai Sanggar Seni ‘Gok Asi’ (kasih sepenuh hati) di lokasi kliniknya juga, yang didirikan pada 7 September 2021. Emetrika mengaku pengelolaan sanggar itu bermula dari keterlibatan aktifnya dalam usaha pertunjukan Sigale-gale dan Tor-tor Batak yang dirintis orangtuanya  (1990-1998) sebagai paket kunjungan wisata (destinasi) Kawasan Danau Toba, khususnya di Samosir.

BACA JUGA:  Mendekatkan Ingatan Lapangan Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya Situs Proklamasi

“Aktivitas di sanggar seni ini memang dominan pada pemberdayaan anak-anak dan remaja sebagai generasi pelestarian budaya dan kearifan lokal (local wisdom) dalam kebudayaan Batak. Selain melatih anak-anak untuk bisa dan mahir menari (manortor), kita bersama tim instruktur juga melatih anak-anak bisa ‘marmonsak’ (olah raga beladiri tradsional Batak, mirip pencak silat). Ada juga sesi pelajaran khusus menuliskan aksara Batak serta kegiatan peduli kebersihan dan lingkungan hidup,” ujar wanita kelahiran 22 Maret 1962 itu dengan optimis.

Bahkan, ujar dia,  besarnya atensi dan respon masyarakat di kalangan para orang tua anak didiknya, telah mendorong pengembangan program di sanggarnya. Misal, menggelar sesi latihan (semi kursus) bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Korea,  menggelar latihan tetarian kreatif yang memadukan musik dan tarian tradisional dan modern. D|AFS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung
Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional
Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan
Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo
Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK
Rotua Wendeilyna Simarmata Menyorot Makna Pemberian Ulos
Pengurus KMDT Provinsi Bali Resmi Dikukuhkan
KMDT: Aksi Bersih-Bersih Jelang Aquabike 2023 Libatkan Ribuan Pelajar

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:17 WIB

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

Senin, 17 November 2025 - 17:32 WIB

Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 16:55 WIB

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan

Jumat, 18 April 2025 - 22:57 WIB

Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:35 WIB

Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK

Berita Terbaru

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo . (Foto:Ist)

Kota Pematangsiantar

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:33 WIB