Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak Rumahela 2025: Lestarikan Budaya, Jaga Geopark Kaldera Toba

Kamis, 3 Juli 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir-Mediadelegasi: Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak Rumahela (FWELB) 2025 resmi dibuka pada Selasa, 1 Juli 2025, di halaman Kantor Bupati Samosir oleh Bupati Vandiko Timotius Gultom, ST. Festival yang berlangsung hingga 10 Juli 2025 ini mengangkat tema “Hokkop Ma Tanom, Paangur Bona Ni Pinasam” (Rawatlah Bumi Lestarikan Budayamu) dan diselenggarakan oleh Komunitas Rumahela Raja Isombaon dan Siboru Siakgoina. Pembukaan turut dihadiri Pembina Komunitas Rumahela, DR. Hinca IP. Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS, dan Forkopimda.

Bupati Vandiko Gultom dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FWELB 2025, menekankan pentingnya pelestarian budaya Batak, khususnya bagi generasi muda. Beliau juga menghubungkan festival ini dengan upaya revalidasi Geopark Kaldera Toba yang sempat mendapat teguran (kartu kuning) dari UNESCO.

Festival ini, menurutnya, merupakan momentum penting untuk menunjukkan “culture diversity” sebagai salah satu pilar utama Geopark Kaldera Toba (bersama geo dan biodiversity).

BACA JUGA:  Wakil Bupati Samosir: BPD Mitra Penting dalam Pembangunan Desa

FWELB 2025 bukan hanya sekadar festival budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Bupati Vandiko mengingatkan pentingnya menjaga geo dan bio diversity, mengajak masyarakat untuk mencegah pembakaran hutan dan lahan.

Beliau juga mencontohkan beberapa event internasional yang akan berlangsung di Samosir sebagai kesempatan untuk mempromosikan budaya Batak ke dunia internasional, seperti Aquabike Jetsky (13-17 Agustus 2025) dan Ultra Trail Du Mont Blanc (UTMB) (17-19 Oktober 2025).

Pembina Komunitas Rumahela, Hinca Panjaitan, menambahkan bahwa FWELB 2025 merupakan ruang belajar bersama untuk merefleksikan hubungan manusia dengan tanah leluhur dan melestarikan budaya.

Melalui ritual, dialog, dan kegiatan edukatif, festival ini bertujuan untuk menyatukan upaya pelestarian lingkungan dan budaya, khususnya di situs Parhutaan Rumahela yang mengintegrasikan ketiga pilar Geopark Kaldera Toba.

BACA JUGA:  Surat Hilang

Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen menjadikan FWELB sebagai agenda tahunan dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Hinca Panjaitan juga menekankan bahwa FWELB merupakan bagian dari upaya untuk menjawab “kartu kuning” UNESCO dan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam merawat bumi dan melestarikan budaya Batak.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pabung Kodim 0210/TU, Penasehat Komunitas Rumahela, Ketua Panitia dan Pelaksana, Ketua Komunitas Rumahela, Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa,

dan keluarga besar Komunitas Rumahela se-Indonesia. Festival ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan di Samosir, sekaligus memperkuat posisi Geopark Kaldera Toba di mata internasional.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu 27 September 1987 – Minggu 27 September 2026: In Memoriam 39 Tahun Amin Aloysius Turnip, Menjaga Legacy Religi, Politik, Etnik, dan Kelestarian Alam
Komnas PA Samosir Soroti Insiden Penertiban Kios Menara Pandang Tele, Tekankan Perlindungan Anak dan Evaluasi SOP
Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades
HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman
Serentak Se-Sumut, Pemkab Samosir Hadirkan Gerakan Pangan Murah Bagi Masyarakat
Tim Gabungan Pemkab Samosir Hentikan Reklamasi Ilegal di Sempadan
Pemkab Samosir Perkuat Sinergi Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf
SMAN 1 Simanindo Keluar Sebagai Juara Turnamen Piala Bupati Samosir U-17
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:04 WIB

Minggu 27 September 1987 – Minggu 27 September 2026: In Memoriam 39 Tahun Amin Aloysius Turnip, Menjaga Legacy Religi, Politik, Etnik, dan Kelestarian Alam

Jumat, 25 September 2026 - 23:06 WIB

Komnas PA Samosir Soroti Insiden Penertiban Kios Menara Pandang Tele, Tekankan Perlindungan Anak dan Evaluasi SOP

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIB

Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Serentak Se-Sumut, Pemkab Samosir Hadirkan Gerakan Pangan Murah Bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB