Medan-Mediadelegasi: Rencana Pemerintah Kota Medan menggelar Festival Semarak Pergantian Tahun dengan anggaran hampir Rp1 miliar menjadi perhatian sejumlah kalangan. Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GABPEKNAS) Kota Medan menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara lebih sensitif, mengingat kondisi masyarakat dan infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Ketua GABPEKNAS Medan mengatakan, pihaknya tidak menolak agenda perayaan maupun promosi pariwisata.
Namun, menurutnya, penentuan skala dan waktu pelaksanaan perlu mempertimbangkan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
“Kami melihat masih ada rumah warga, jalan lingkungan, dan fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan. Dalam kondisi seperti ini, prioritas anggaran seharusnya lebih diarahkan pada pemulihan,” ujarnya, Selasa (17/12/2025).
Anggaran dan Perencanaan Festival
Berdasarkan data dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemkot Medan, proyek tersebut tercatat dengan nilai pagu Rp1,2 miliar dan HPS Rp999.636.030, dibiayai melalui APBD Kota Medan Tahun 2025. Kegiatan berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Kota Medan dan direncanakan berlangsung pada 31 Desember 2025 di Lapangan Merdeka Medan. Dalam uraian proyek, festival ini disebut sebagai agenda resmi penyambutan tahun baru sekaligus sarana promosi sektor pariwisata dan penggerak ekonomi, termasuk melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Perspektif Pemulihan Infrastruktur
Sebagai organisasi yang menaungi pelaku jasa konstruksi, GABPEKNAS Medan menilai bahwa alokasi anggaran sebesar itu berpotensi memberikan manfaat langsung apabila diprioritaskan untuk Pemulihan Infrastruktur dasar.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga pemulihan rasa aman dan keadilan sosial. Masyarakat perlu merasakan kehadiran negara terlebih dahulu,” kata Ketua GABPEKNAS.






