Medan-Mediadelegasi: Sebuah kabar mengejutkan mengguncang lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Hendra Dermawan Siregar, yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, dikabarkan telah mengundurkan diri dari posisinya. Informasi ini sontak menimbulkan tanda tanya besar mengenai kelanjutan proyek-proyek infrastruktur di wilayah tersebut.
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keputusan Hendra Dermawan Siregar untuk mundur dipicu oleh tekanan pekerjaan yang sangat tinggi. Beban kerja yang berat, terutama terkait dengan sejumlah proyek infrastruktur yang sedang berjalan di Sumatera Utara, menjadi alasan utama pengunduran dirinya.
“Iya bang, beliau mengundurkan diri,” ujar sumber tersebut dengan nada prihatin.
Menurut sumber tersebut, sektor PUPR saat ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Selain harus menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang sudah berjalan, dinas juga dihadapkan pada pekerjaan yang disebut sebagai “warisan kepemimpinan sebelumnya”. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebutuhan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam.
Kabar mengenai pengunduran diri Hendra Dermawan Siregar juga telah sampai ke telinga Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap. Pimpinan birokrasi tertinggi di provinsi tersebut dikabarkan akan memberikan keterangan resmi terkait isu ini dalam waktu dekat. Namun, hingga berita ini diturunkan, Sulaiman Harahap belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah dikirimkan oleh awak media.
Hendra Dermawan Siregar sendiri baru dilantik sebagai Kadis PUPR Sumut pada tanggal 22 Agustus 2025. Ia menggantikan pejabat sebelumnya yang dicopot dari jabatannya setelah terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait proyek jalan. Pergantian kepemimpinan yang terjadi belum lama ini semakin menambah sorotan terhadap kinerja Dinas PUPR Sumut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Hendra Dermawan Siregar mengenai kabar pengunduran dirinya. Masyarakat dan media masih menunggu klarifikasi langsung dari yang bersangkutan untuk mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga belum memberikan pengumuman resmi mengenai persiapan pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Hendra Dermawan Siregar. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kelancaran pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan.
Pengunduran diri Hendra Dermawan Siregar menambah daftar panjang permasalahan yang dihadapi oleh sektor infrastruktur di Sumatera Utara. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi kekosongan jabatan dan memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Kondisi infrastruktur yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara dapat berjalan dengan lancar dan efektif. D|Red.
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







