Gebrakan Bobby: Data Tunggal Sejahterakan Sumut

Gebrakan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution di dampingi sejumlah OPD melakukan kunjungan ke Kantor Badan Pusat Statistik Sumut guna mendengarkan paparan Kepala BPS Sumut Asim Saputra, terkait data statistik di Sumatera Utara, di Kantor BPS Sumut Jalan Asrama No 179 Medan, Senin (9/2/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menggagas gebrakan baru untuk menyejahterakan masyarakat Sumut melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia meminta seluruh kepala daerah di Sumut untuk mendukung penuh pelaksanaan DTSEN, yang dinilai sangat krusial dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Gebrakan Bobby: DTSEN Jadi Kunci Sejahterakan Masyarakat Sumut

Menurut Bobby, keberadaan DTSEN sangat penting dalam merumuskan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih efektif dan efisien.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bobby usai berdiskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor BPS Kota Medan, Senin (9/2/2026). Gebrakan ini merupakan langkah awal untuk memastikan implementasi DTSEN berjalan lancar di seluruh wilayah Sumut.

Bacaan Lainnya

“Kita minta semua kepada daerah untuk mendukung DTSEN untuk penginputan data di tahun 2026. Nah ini akan menjadi data besar kita juga, bagaimana kita mengambil kebijakan dan bagaimana kita sejahterakan masyarakat kita di Sumatera Utara,” katanya.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bonatua-unggah-ijazah-jokowi-tantangan-debat-sehat-dimulai/

Bobby juga menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut selalu berbasis data. Ia meyakini, seluruh perencanaan kebijakan harus dimulai dari data yang benar agar kebijakan yang dihasilkan juga tepat sasaran.

“Kita bekerja dengan starting yang benar, artinya data yang kita miliki ini benar-benar mewakili kondisi Sumatera Utara. Jangan salah ambil kebijakan, jangan salah ambil starting karena datanya tidak tepat. Oleh karena itu kita sampai di sini, kita datang ke sini memastikan data yang kita gunakan ini sudah tepat atau belum,” kata Bobby.

Pos terkait