Menurut Knelisen, pihaknya masih sering menemui kendala untuk melakukan ekspor. Dia mencontohkan ketika kontainer tertunda satu hari saja, maka buang panen bunga satu hari juga akan terjadi. “Kami berharap pihak lain ikut mengembangkan bisnis pertanian komoditas lain di Karo. Kami merasa tidak ada bersaing dengan lokal, karena kami tidak menjual di pasar lokal,” katanya.
Sementara terkait mempercepat fito sertifikat, menurut Bert, biasanya ngikutin barang. “Tapi faktanya barang kita sudah sampai di Australia, sertifikat belum sampai,” imbuhnya.
Menurut Hendrik Sitompul yang dikenal sebagai politis Partai Demokrat itu, kunjungan GPEI dan pejabat Karantina dan Pelindo dalam rangka melihat sekaligus berdiskusi dengan produsen bunga yang berorientasi pasar internasional utamanya Eropa dan Chili termasuk Tamora Stekindo di Merek dan CV Berastagi sebagai perusahaan eksportir kol ke pasar Taiwan dan Malaysia. Selain itu juga mengunjungi CV Buana Agri Sejahtera sebagai eksportir sayur.
Selain Bupati Karo Cory Sebayang, di lokasi juga terlihat hadir sejumlah anggota DPRD Karo, Kadisperindag Karo Keliat, Disnaker Karo Adison Sebayang, pejabat Dinas Pertanian Karo serta sejumlah pengusaha local.
Sementara Eriansyah dari PT Pelindo Multi Terminal mengaku siap mewujudkan kesejahteraan rakyat Karo bersama GPEI dan bupati Karo. “Kita akan lihat apa faktor yang mempengaruhi hambatan itu, kita punya SLA (Service Letter Agreement) ,” tegasnya.(Red-5)