GPEI Kunjungi Eksportir Pengguna Teknologi Budidaya Bunga di RI

- Penulis

Selasa, 16 November 2021 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan GPEI Sumut, pejabat Pelindo dan Kantor Karantina berfoto bersama saat meninjau perusahaan Toba Huss Farm yang telah menerapkan teknologi budidaya bunga pertama di Indonesia, berlokasi di Kabanjahe, Kabupaten Karo (Foto Dok/GPEI)

Rombongan GPEI Sumut, pejabat Pelindo dan Kantor Karantina berfoto bersama saat meninjau perusahaan Toba Huss Farm yang telah menerapkan teknologi budidaya bunga pertama di Indonesia, berlokasi di Kabanjahe, Kabupaten Karo (Foto Dok/GPEI)

Karo-Mediadelegasi: Pengurus Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut yang dipimpin Drs Hendrik Sitompul MM, meninjau areal perusahaan eksportir bunga Toba Huss Farm di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (11/11/2021). Perusahaan tersebut telah menerapkan teknologi budidaya bunga pertama dan satu-satunya di dunia.

Dalam kunjungan itu, Hendrik Sitompul juga membawa serta Kepala Balai Karantina Belawan, Andi Yusmanto. pejabat dari PT Pelindo Multi Terminal, Eriansyah, SVP Komersial PT Pelindo, Jony Utama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo serta Sudiwan Situmorang dari Kantor Karantina Kualanamu.

Bertepatan kunjungan itu hadir juga Bupati Karo, Corry Sebayang. Dia mengaku bangga karena perusahaan itu telah membawa nama baik Kabupaten Karo. “Saya berharap, expor bunga membawa nama baik Karo sekaligus memberi lapangan kerja bagi warga serta memberi kesempatan belajar bagi petani di Kabupaten Karo tentang penerapan teknologi pertanian,” harap Bupati Corry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara General Manager Toba Huss Farm, Bert Knelisen menjelaskan selama tiga tahun beroperasi pihaknya baru mengelola lahan kebun seluas 10 hektare. Selama itu Toba Huss Farm telah melakukan ekspor ke negara Australia dan Jepang.

BACA JUGA:  Kabarnya Wali Kota Tanjungbalai Kena OTT KPK

“Namun disayangkan masih banyak bahan baku yang diimpor. Misalnya, serbuk sabuk kelapa yang digunakan untuk media tanam bunga masih diimpor dari India dan irigasi dari Inggris. Ini masih uji coba dan hasilnya cukup oke. Saat ini dalam persiapan scale-up menjadi 100 hektare. Dengan demikian, akan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja,” kata Knelisen.

Menurut Knelisen, pihaknya masih sering menemui kendala untuk melakukan ekspor. Dia mencontohkan ketika kontainer tertunda satu hari saja, maka buang panen bunga satu hari juga akan terjadi. “Kami berharap pihak lain ikut mengembangkan bisnis pertanian komoditas lain di Karo. Kami merasa tidak ada bersaing dengan lokal, karena kami tidak menjual di pasar lokal,” katanya.

Sementara terkait mempercepat fito sertifikat, menurut Bert, biasanya ngikutin barang. “Tapi faktanya barang kita sudah sampai di Australia, sertifikat belum sampai,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Memetik Hikmah: Bala & Bencana Mengingatkan Manusia Kepada Sang Pencipta

Menurut Hendrik Sitompul yang dikenal sebagai politis Partai Demokrat itu, kunjungan GPEI dan pejabat Karantina dan Pelindo dalam rangka melihat sekaligus berdiskusi dengan produsen bunga yang berorientasi pasar internasional utamanya Eropa dan Chili termasuk Tamora Stekindo di Merek dan CV Berastagi sebagai perusahaan eksportir kol ke pasar Taiwan dan Malaysia. Selain itu juga mengunjungi CV Buana Agri Sejahtera sebagai eksportir sayur.

Selain Bupati Karo Cory Sebayang, di lokasi juga terlihat hadir sejumlah anggota DPRD Karo, Kadisperindag Karo Keliat, Disnaker Karo Adison Sebayang, pejabat Dinas Pertanian Karo serta sejumlah pengusaha local.

Sementara Eriansyah dari PT Pelindo Multi Terminal mengaku siap mewujudkan kesejahteraan rakyat Karo bersama GPEI dan bupati Karo. “Kita akan lihat apa faktor yang mempengaruhi hambatan itu, kita punya SLA (Service Letter Agreement) ,” tegasnya.(Red-5)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid
Andar Amin Kantongi 30 Suara Jelang Musda Golkar Sumut
Kapolri: Polri Maksimalkan Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar yang Terdampak Bencana
Hari Ini Ops Zebra 2025 Digelar di sumut
Itak Pohul-pohul dan Rezeki Arsy, Kekuatan Mediadelegasi
Kadis LHK Sumut Diadukan ke Gubsu dan Inspektorat
Dua Menko Dorong TSTH2 di Humbahas jadi Pusat Inovasi Pangan
Kontroversi DPRD Sumut : Staf Ahli Berubah Jadi Pramu Ruang, Sekwan Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:45 WIB

Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:50 WIB

Andar Amin Kantongi 30 Suara Jelang Musda Golkar Sumut

Minggu, 30 November 2025 - 21:34 WIB

Kapolri: Polri Maksimalkan Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar yang Terdampak Bencana

Senin, 17 November 2025 - 08:38 WIB

Hari Ini Ops Zebra 2025 Digelar di sumut

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:13 WIB

Itak Pohul-pohul dan Rezeki Arsy, Kekuatan Mediadelegasi

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB