Harvard Dilarang Menerima Mahasiswa Asing

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harvard Dilarang Menerima Mahasiswa Asing. (Foto : Ist.)

Harvard Dilarang Menerima Mahasiswa Asing. (Foto : Ist.)

Washington DC-Mediadelegasi : Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengambil tindakan terhadap Universitas Harvard terkait tuduhan antisemitisme. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengumumkan bahwa Harvard dilarang menerima mahasiswa asing setelah kampus tersebut menolak memenuhi tuntutan pemerintah untuk menghapus program keberagaman dan menindak demonstrasi pro-Palestina.

Noem mengatakan bahwa pemerintah telah mencabut sertifikasi Program Pertukaran Mahasiswa Universitas yang diawasi oleh unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS. Dengan keputusan ini, Harvard tidak hanya tidak bisa menerima mahasiswa asing baru, tetapi juga mahasiswa yang sudah berkuliah saat ini harus pindah ke kampus lain untuk mempertahankan status non-imigran.

Pemerintahan Trump menuduh Harvard mendorong kekerasan dan antisemitisme, serta berkoordinasi dengan Partai Komunis China di kampus. Noem menyatakan bahwa Harvard memiliki banyak kesempatan untuk melakukan hal yang tepat, namun mereka menolaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Universitas Harvard menyebut keputusan tersebut melanggar hukum dan bermotivasi balas dendam. Mereka juga tidak gentar dengan keputusan tersebut dan akan bertahan semampu mungkin. Harvard berkomitmen penuh untuk mempertahankan kemampuan mereka dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional.

BACA JUGA:  Kampus Top Jepang Siap Tampung Mahasiswa Harvard Korban Kebijakan Trump

Pemerintah AS telah memberlakukan pemangkasan dana federal dan hibah tiga kali yang totalnya lebih dari 2,6 miliar dolar AS terhadap Harvard. Sebagai pembalasan, Harvard sedang mengajukan gugatan hukum yang menuduh pemerintah melanggar Konstitusi AS dalam tindakannya.

Presiden Harvard, Alan Garber, telah meminta dukungan dan donasi para alumni di tengah penghentian dana hibah pemerintah. Ia menyatakan bahwa lembaga yang dipercayakan kepada mereka sekarang menghadapi tantangan tidak ada duanya dalam sejarah panjang mereka.

Konflik antara Harvard dan pemerintahan Trump bermula dari penolakan Harvard terhadap permintaan pemerintah untuk menyetujui daftar tuntutan untuk menghapus program keberagaman dan menindak demonstrasi pro-Palestina. Harvard menolak memenuhi tuntutan tersebut dan memilih untuk mempertahankan nilai-nilai universitas sebagai lembaga swasta yang mengabdikan diri untuk mengajar, memproduksi, dan menyebarluaskan pengetahuan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Mencetak Rekor Tertinggi, Tembus US$111.000

Harvard telah memiliki langkah-langkah untuk mengatasi antisemitisme di kampus. Namun, pemerintahan Trump tetap menyatakan bahwa Harvard telah gagal memenuhi persyaratan hak intelektual dan sipil yang membenarkan investasi federal.

Keputusan pemerintahan Trump ini menimbulkan tantangan besar bagi Harvard. Mereka harus mempertahankan kemampuan mereka dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional sambil menghadapi penghentian dana federal dan gugatan hukum.

Masyarakat internasional mungkin akan memantau perkembangan konflik antara Harvard dan pemerintahan Trump ini. Keputusan ini dapat berdampak pada reputasi Harvard sebagai salah satu universitas terkemuka di dunia.

Masa depan Harvard kini tergantung pada bagaimana mereka dapat menyelesaikan konflik dengan pemerintahan Trump. Mereka harus menemukan cara untuk mempertahankan nilai-nilai universitas sambil memenuhi tuntutan pemerintah. D|Red.

 

Baca  artikel menarik lainnya
dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Kembali Usulkan Gaza Jadi “Zona Kebebasan” di Bawah AS
Trump Berencana Ubah Nama Teluk Persia Jadi Teluk Arab, Iran Menentang

Berita Terkait

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:04 WIB

Harvard Dilarang Menerima Mahasiswa Asing

Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:16 WIB

Trump Kembali Usulkan Gaza Jadi “Zona Kebebasan” di Bawah AS

Jumat, 9 Mei 2025 - 11:42 WIB

Trump Berencana Ubah Nama Teluk Persia Jadi Teluk Arab, Iran Menentang

Berita Terbaru