Gubernur: Banyak Petani Sumut Alih Profesi

Senin, 12 September 2022 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani sedang panen padi di Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: ilustrasi

Petani sedang panen padi di Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: ilustrasi

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, mengatakan banyak petani di Sumut telah beralih profesi, di antara mereka memilih bekerja ke kota demi mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

“Ada sekitar 48 persen petani di Sumut sudah tidak punya lagi kepandaian bercocok tanam, karena mereka umumnya merantau ke kota jadi pekerja bangunan, industri, dan lainnya,” kata Edy, di Medan, Senin (12/09).

Menurut Gubernur, banyaknya petani yang beralih profesi lantaran penghasilan dari pertanian jauh dari harapan. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, para petani pun lebih memilih beralih profesi.

“Bagaimana mau jadi petani miskin terus. Tak kaya-kaya, tidak bisa menyekolahkan anak,” ungkapnya.

Mencermati hal itu, ia mengaku telah menyarankan agar Bank Sumut memberikan pinjaman kepada para petani untuk modal pertaniannya melalui kredit usaha rakyat (KUR).

BACA JUGA:  Relawan PASTI Minta Polda Sumut Tegas Soal Penghinaan Terhadap Bobby

“Petani itu tidak boleh miskin. Bank Sumut itu saya tekan sampai dua persen bunganya saja (per tahun),” ujarnya.

Namun, diakuinya, ketersediaan pembiayaan KUR dengan suku bunga dua persen tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani di Sumut karena masih banyak petani menghadapi kendala dalam menggunakan layanan KUR secara digital.

Ironisnya, mereka lebih memilih meminjam uang kepada para tengkulak meskipun dengan suku bunga hingga tiga persen per hari.

Karena itu, lanjutnya, kapasitas petani di Sumut harus terus ditingkatkan agar mereka memiliki keterampilan mumpuni dalam menjalankan profesi sebagai petani.

Seiring dengan langkah tersebut, Edy menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, di antaranya menyediakan KUR dengan suku bunga rendah.

BACA JUGA:  Dukung Tim Nusantara Gemilang Sumut

Edy juga menyatakan bahwa penyebab inflasi pangan mencapai 5,3 persen dan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di Sumut dipicu oleh ulah para tengkulak.

“Saya harap tengkulak-tengkulak ini minggir. Ini mengganggu inflasi,” katanya. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru