Menurutnya, antara lain khikmah dapat dipetik dari Israk Mikraz Muhammad SAW dengan sebuah perjalanan, ujian dan cobaan. “Mari kita jadikan perjalanan kita di atas dunia ini makin panjang tapi harus dalam keadaan yang terus lebih baik,” ajaknya.
Muhammad SAW, kata Abidin, untuk mikraz atau naik ke Sidratul Muntaha tidak serta-merta. “Ujian berat harus dihadapi Nabiyullah sebelum Israk mikraz, tantangan yang dihadapi cukup berat,” katanya.
Dibanding ujian kepada manusia, paling berat justru dihadapi para Nabi dan Rasul. “Walau Nabi Muhammad SAW dekat dengan Allah SWT, bahkan kekasih Allah SWT, bukan berarti mulus dalam perjalanannya membawa risalah,” sebut Ustadz Abidin seraya membacakan Ayat Al-Quran tentang manusia tak bisa dikatakan beriman sebelum dicoba.
Dia juga menyebutkan, ketika Rasullah SAW berumur 50 tahun, justru tantangan kehidupan dihadapi kian berat, hingga ada istilah tahun dukacita di usia 50 tahun. “Mulai dari meninggalnya istri Rasulullah Aisyah, meninggalnya sang paman Abdul Muthalib, hingga begitu hebatnya kekayaan Khadizah istri Rasullah, saat dia meninggal mendapatkan kain kapan saja susah,” kata Abdin mengurai sebuah riwayat. D|Red-06