Indonesia Gelar Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya: Bangun Kepercayaan di Masyarakat Majemuk

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Membuka Secara Resmi Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya, pada Selasa, 11 November 2025. Foto: Ist.

Mendikdasmen Membuka Secara Resmi Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya, pada Selasa, 11 November 2025. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Institut Leimena akan menggelar International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) atau Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) pada 11–12 November 2025 di Jakarta. Acara ini dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, pada Selasa, 11 November 2025.

Lebih dari 200 peserta dari 19 negara akan menghadiri konferensi tersebut, mulai dari Austria, Denmark, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, hingga berbagai negara Asia Tenggara. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, tokoh agama, pimpinan lembaga internasional, serta para guru alumni program LKLB dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tahun ini, konferensi mengusung tema “Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies” yang menyoroti peran penting pendidikan dalam membangun rasa saling percaya di masyarakat yang majemuk secara agama dan budaya. Program LKLB sendiri diinisiasi oleh Institut Leimena bersama lebih dari 40 lembaga pendidikan dan keagamaan di Indonesia, dan kini diakui secara luas sebagai model pembangunan kohesi sosial di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA:  Bantu Perekonomian Guru, Ringankan Biaya Sekolah, Gratiskan Paket Data

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan Konferensi Internasional LKLB juga menjadi tindak lanjut dari ASEAN Declaration Our Shared Future 2045 yang disepakati di Kuala Lumpur pada Mei 2025, khususnya dalam komitmen untuk memperkuat komunitas ASEAN yang inklusif dan kohesif di tengah keberagaman politik, sosial, agama, dan budaya.

Selama dua hari, konferensi akan menghadirkan enam panel utama dan sembilan sesi pilihan dengan format hybrid, melibatkan lebih dari 50 pembicara dari dalam dan luar negeri. Sesi khusus Dinner Reception pada Selasa malam akan menampilkan “Program LKLB untuk Perdamaian”, yang menyoroti upaya merawat perdamaian di Ambon, Maluku, melalui musik sebagai sarana pembelajaran dan rekonsiliasi.

BACA JUGA:  ECBM-heart Ciptaan Arjon Turnip Segera Beredar

Selain peserta yang hadir langsung di Jakarta, lebih dari 4.500 peserta dari berbagai negara juga akan mengikuti konferensi ini secara daring melalui platform Zoom.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga, setelah sebelumnya Institut Leimena menggandeng Kementerian Hukum dan HAM pada 2023 serta Kementerian Luar Negeri pada 2024.

Konferensi 2025 ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, International Center for Law and Religion Studies di Brigham Young University Law School, serta Templeton Religion Trust.

Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret untuk meningkatkan literasi keagamaan lintas budaya di berbagai negara, serta memperkuat rasa saling percaya dan kohesi sosial di masyarakat yang majemuk. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe
ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan
Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat
PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard
QS AUR 2026: Singapura dan Malaysia Dominasi Kampus Terbaik Asia Tenggara, Indonesia Kirim 3 Wakil
Wali Kota Medan: Guru Hadapi Tantangan Baru di Era Digital, PGRI Diharapkan Jadi Solusi
Universitas Al-Azhar Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Persatuan Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:41 WIB

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe

Senin, 15 Desember 2025 - 12:47 WIB

ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan

Selasa, 25 November 2025 - 12:22 WIB

Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat

Kamis, 20 November 2025 - 12:55 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Senin, 17 November 2025 - 14:01 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard

Berita Terbaru