Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Tak Hanya Advokasi, tapi Harus Dorong Peningkatan Kompetensi

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. Foto: Ist.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memberikan pandangan baru mengenai peran strategis organisasi pekerja di tengah dinamika ekonomi modern. Ia mengajak seluruh elemen Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) agar tidak hanya berfokus pada kegiatan advokasi semata, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak utama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Ajakan penting tersebut disampaikan secara langsung oleh Menaker saat membuka acara Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang berlangsung di Jakarta, pada Jumat (24/4/2026). Dalam kesempatan ini, ia menekankan bahwa tantangan dunia kerja saat ini sudah berubah drastis dan membutuhkan respons yang cepat serta adaptif.

Menurut Yassierli, perubahan lanskap dunia kerja saat ini berlangsung dengan kecepatan yang sangat tinggi. Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika ekonomi global, percepatan adopsi teknologi digital, hingga perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai menggeser kebutuhan jenis keterampilan di berbagai sektor industri.

Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian yang masif. Pekerja Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan keterampilan lama, melainkan harus terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas diri agar tetap mampu bersaing dan relevan di pasar kerja yang semakin ketat persaingannya.

BACA JUGA:  Wabup Sergai Ajak Serikat Pekerja Ngopi Bareng

Dalam konteks inilah, peran serikat pekerja dinilai sangat krusial. Yassierli menilai bahwa organisasi buruh memiliki posisi strategis untuk menyiapkan anggotanya menghadapi segala perubahan tersebut, termasuk melalui dorongan kuat agar setiap anggota mau meningkatkan keahlian dan produktivitas kerja.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujar Menaker dalam sambutannya.

Lebih jauh, Yassierli menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan pekerja haruslah berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Tidak mungkin kesejahteraan naik secara signifikan jika kualitas dan kemampuan kerja tidak ditingkatkan.

Oleh karena itu, serikat pekerja diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara kebutuhan industri yang terus berkembang dengan upaya pengembangan kapasitas tenaga kerja. Sinergi ini menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal oleh zaman.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan SP/SB. Pemerintah siap menghadirkan berbagai program pelatihan yang dirancang lebih adaptif dan berbasis langsung pada kebutuhan dunia industri.

BACA JUGA:  Kebakaran Rumah di Tanjung Priok, 4 Orang Tewas Diduga Akibat Korsleting Listrik

Program-program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis maupun nonteknis, sertifikasi kompetensi yang diakui, edukasi mendalam mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga penguatan aspek produktivitas kerja. “Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya menawarkan.

Selain soal peningkatan kapasitas, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sisi perlindungan hukum dan sosial bagi pekerja. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta dorongan untuk memperluas perlindungan bagi pekerja sektor platform digital, seperti pengemudi daring dan kurir.

Menaker juga mengajak seluruh unsur serikat pekerja untuk aktif memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan yang sedang dalam pembahasan. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat hanya bisa terwujud melalui dialog yang intens antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja demi tujuan yang sama, yaitu memajukan industri dan menyejahterakan rakyat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Tentara Israel, GPCI: Ini Serangan Terhadap Kemanusiaan
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:26 WIB

5 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Tentara Israel, GPCI: Ini Serangan Terhadap Kemanusiaan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru