Jaksa Tuntut Pelaku Tiga Bulan, Korban Merasa Tidak Adil

Selasa, 2 November 2021 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Pengadilan Negeri Balige, di Pangururan. Foto: D|Ist

Gedung Pengadilan Negeri Balige, di Pangururan. Foto: D|Ist

Samosir-Mediadelegasi: Sidang, beragendakan tuntutan  atas kasus pengrusakan yang digelar, Senin 1 November 2021 di Pengadilan Negri Balige di Pangururan, membuat Korban atas nama Hansen Sitanggang merasa tidak adil.

Hal ini dikatakan Hansen Sitanggang melalui kuasa hukumnya Hendra Sinaga kepada Wartawan, Selasa (2/11), di Pangururan Kabupaten Samosir.

“Saya atas kuasa hukum korban Hansen Sitanggang menyatakan ketidakadilan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri samosir terhadap terdakwa Kasmin Kaspar Sitanggang dan Rouli Sinaga selama 3 bulan penjara,” kata Hendra Sinaga.

Dia menjelaskan, JPU  seharusnya melakukan tuntutan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan terdakwa.

Dia menjelaskan, dalam pasal 170 sudah jelas hukumannya 5 tahun 6 bulan akan tetapi jaksa Nova Br Ginting menuntut terdakwa sangatlah rendah dengan dalil terdakwa sudah lanjut usia yang seharusnya dalam subtansi hukumnya bahwa UU Nomor 13 Tahun 1998 mengatur hak istimewa bagi yang lanjut usia itu adalah orang benar-benar kesehatannya berkurang, mengalami kemunduran baik dari segi fisik maupun sisi psikologis.

BACA JUGA:  Kaget Warga Ketemu Cawagub Hasan Basri Sagala di Kapal Menuju Samosir

“Seharusnya seorang jaksa perlu memperhatikan keadaan fisik terdakwa yang sehat mampu menebangi 200 batang pohon Kopi korban yang artinya kedua terdakwa masih sehat dan masih mampu melakukan aktivitas  yang berat seperti merusak pohon Kopi dengan bekerja sendiri maupun bersama istri nya,” ungkapnya.

Menurutnya dalam sidang tuntutan ini korban merasa tidak adil, korban sangat kecewa dengan tuntutan Jaksa yang terlalu rendah dibandingkan dengan kerugian yang amat besar jika dilihat dari perilaku terdakwa yang sudah sangat merugikan korban karena korban sudah tidak berpenghasilan lagi dan tidak bisa memenuhi nafkah keluarganya karena perilaku terdakwa yang sudah sangat keji.

“Dalam kejadian ini juga seharusnya jaksa memperhatikan dan memperhitungkan kerugian besar yang dialami oleh korban dan memberikan tuntutan hukuman yang setimpal bagi terdakwa,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas dan Babinsa Klarifikasi Kasus Onar di Pustu Sihotang Kec. Harian Kab. Samosir

Dia juga berharap agar majelis hakim nantinya dapat memutuskan yang seadil adilnya, dan berharap agar majelis hakim memandang dari segi kerugian korban dan bukan hanya dari umur terdakwa semata.

Setelah hal ini dikonfirmasi kepada pihak Kejaksaan Samosir, melalui Kasi Intel Tulus Tampubolon, dia menjelaskan alasan JPU memberi tuntutan yang rendah kepada terdakwa.

“Jadi kenapa dibuat tuntutanya segitu, dikerenakan yang pertama kan dia sudah mengakui perbuatanya. Kemudian yang kedua umurnya itu rupanya sudah 70 dan 60 tahun, udah sama sama tua,” kata Tulus Tampubolon.

Namun menurutnya ini hanya masih dalam tuntutan, hakim bisa saja berbeda pendapat dengan JPU.

“Dengan melihat umurnya segitu, ya kita gak mungkin menuntut setinggi tinggi terkecuali masih muda,” kata Tulus Tampubolon.  D|Sam-59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadilan Negeri Balige Eksekusi Lahan Warisan Keluarga Simbolon di Pangururan
Rumah Batak Manifestasi Etika Kristen dan Penatalayanan Ciptaan, Kata Wilmar Simandjorang
PTUN Medan Batalkan Sertifikat Hak Pakai Pemkab Samosir, Pemerintah Ajukan Banding
Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam
​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir
Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung
Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit
Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Pengadilan Negeri Balige Eksekusi Lahan Warisan Keluarga Simbolon di Pangururan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Rumah Batak Manifestasi Etika Kristen dan Penatalayanan Ciptaan, Kata Wilmar Simandjorang

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

PTUN Medan Batalkan Sertifikat Hak Pakai Pemkab Samosir, Pemerintah Ajukan Banding

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:49 WIB

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:01 WIB

​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB