Jusuf Kalla: Pengibaran Bendera GAM Hanyalah Luapan Emosional, Seorang Pria Diduga Provokator Diamankan

Namun, dalam penyelidikan selanjutnya, petugas di lapangan mengamankan seorang pria yang diduga bertindak sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Pria tersebut menjadi fokus penyelidikan karena dicurigai memiliki peran penting dalam menggerakkan massa.

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, dari diri pria tersebut kedapatan membawa tas yang berisi barang bukti penting. Di antaranya adalah senjata api jenis pistol serta senjata tajam tradisional khas Aceh, rencong.

Bacaan Lainnya

Menanggapi insiden yang terjadi di Lhokseumawe, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan peringatan keras kepada siapa pun yang coba mengganggu kondisi stabilitas di Aceh. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap kelompok mana pun yang melakukan provokasi.

“Kami sedang bekerja untuk membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam. Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi yang mengganggu proses tersebut,” ungkap Agus dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).

Jenderal Agus menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menangani dampak bencana alam yang telah melanda Aceh, termasuk banjir dan tanah longsor. Semua pihak, mulai dari TNI, kementerian lembaga, hingga masyarakat, sedang bersinergi untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia juga memastikan bahwa TNI akan mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk gangguan yang dapat menghambat proses pemulihan pascabencana. Keamanan dan kenyamanan masyarakat Aceh menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi saat ini.D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari

mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait