Akibat kebakaran ini, vegetasi savana dan sejumlah tumbuhan berkayu seperti Tusam (Pinus merkusii), Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana), serta Tiblun (Dodonaea viscosa) ikut terbakar. Kerusakan ekosistem ini tentu menjadi perhatian serius bagi BKSDA Bali.
Selain merusak ekosistem, kebakaran ini juga menurunkan kualitas udara di sekitar kawasan akibat kepulan asap. Kondisi ini tentu berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar dan juga para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
BKSDA Bali menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan multipihak guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari. Langkah-langkah preventif akan terus ditingkatkan untuk menjaga kelestarian TWA Gunung Batur Bukit Payang.
Kebakaran ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama kawasan konservasi. Kewaspadaan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






