Ia menuturkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, rombongan sempat beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Namun nahas, insiden justru terjadi ketika melintasi jalur alternatif tersebut.
“Truk muatan baja ringan itu gagal menanjak, lalu mundur dan langsung menghantam mobil keluarga kami,” ujar Reynaldi dengan suara bergetar, masih syok atas kejadian yang menimpa keluarganya.
Jalur alternatif Pondok Buluh–Sitahoan sendiri dikenal memiliki medan yang cukup menantang, dengan tanjakan curam yang kerap menyulitkan kendaraan berat, terutama jika membawa muatan penuh.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis kendaraan serta kondisi jalan yang menanjak.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara, khususnya kendaraan besar, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur ekstrem demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








