KMDT Serukan Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Humbahas dan Samosir

Sabtu, 2 Desember 2023 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga menyaksikan tumpukan tanah dan bongkahan batu besar yang menerjang permukiman penduduk pascaperistiwa longsor yang melanda sebagian Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas),  Jumat (1/12).  Foto: dok-KMDT

Sejumlah warga menyaksikan tumpukan tanah dan bongkahan batu besar yang menerjang permukiman penduduk pascaperistiwa longsor yang melanda sebagian Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (1/12). Foto: dok-KMDT

Medan-Mediadelegasi: Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) mengeluarkan seruan keprihatinan jelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, terutama tentang bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda sebagian wilayah permukiman penduduk di sekitar Danau Toba akhir-akhir ini, antara lain di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Samosir, Sumatera Utara.

“Bencana tanah longsor dan banjir yang menimpa sesama saudara kita di sekitar kawasan Danau Toba hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam tersebut,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat KMDT Edison Manurung saat dihubungi Mediadelegasi melalui sambungan telepon dari Medan, Sabtu (2/12).

Pihaknya juga mendoakan semoga seluruh masyarakat di sana diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi bencana ini. KMDT juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar saling membantu dan mengasihi satu sama lain.

Terkait peristiwa bencana alam di sekitar dataran tinggi Danau Toba, akhir-akhir ini, kata Edison, KMDT sejak beberapa waktu lalu telah menyampaikan petisi ke berbagai instansi terkait termasuk Polda Sumut mengenai kondisi areal hutan di sekitar danau vulkanik itu yang rawan terjadi penebangan pohon secara liar atau menjadi sasaran aksi pencurian kayu.

BACA JUGA:  LP2M UINSU Workshop Jajak Keterlibatan Penguatan Program Pemprovsu

“Aksi pencurian kayu atau penebangan pohon serta aktivitas galian C di kawasan hutan desa secara tidak sah di wilayah tangkapan air Danau Toba harus dihentikan dan menjadi perhatian semua pihak dan lapisan masyarakat karena dapat mengancam kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Edison memastikan, bencana alam yang melanda sebagian kawasan Danau Toba tersebut berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya alam yang kurang baik, seperti alih fungsi lahan yang kurang tepat, pembakaran lahan hingga penebangan hutan secara tidak bertanggung jawab sehingga memicu bencana tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir dan bencana alam lainnya.

Dalam kondisi kerusakan hutan sekarang ini, menurut putra asli Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba ini, masyarakat di sejumlah desa di kawasan Danau Toba sering mengalami bencana ekologi seperti banjir dan tanah longsor pada setiap musim hujan

BACA JUGA:  Korban Kebakaran di Sibolga Dapat Bantuan Sembako dan Uang Tali Asih

Ia mengkhawatirkan, jika kondisi kerusakan hutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang telah ditetapkan Pemerintah di era Presiden Jokowi tersebut dibiarkan, kemungkinan bisa menimbulkan bencana yang lebih parah dan dapat menimbulkan banyak korban harta dan jiwa.

Sebagaimana diinformasikan, bencana tanah longsor kembali melanda sebagian Kabupaten Humbahas tepatnya di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja pada Jumat (1/12) malam. Sedikitnya, belasan rumah rusak dan sembilan orang dilaporkan hilang.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada 21 November 2023 di Desa Haugaong, Kecamatan Pakkat.

Bencana alam lain juga terjadi di sekitar Danau Toba, yakni banjir bandang di Kabupaten Samosir atau tepatnya di Desa Siparmahan pada 13 November 2023.

Akibat musibah tersebut, lima rumah rusak berat, empat jembatan rusak dan jaringan irigasi serta air bersih juga rusak.

Selain itu, tiga gedung fasilitas pendidikan, dua gedung pusat kesehatan, dua unit gereja dan 266 hektare lahan pertanian juga terdampak. Sedikitnya 620 jiwa mengungsi akibat kejadian itu. D|Red

2 tanggapan untuk “KMDT Serukan Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Humbahas dan Samosir”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru