Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Medan Krio, Ummi Nadra Nasution, mengatakan koperasi tersebut berdiri sejak Mei 2025 dan hingga kini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.
Pada awal pembentukannya, jumlah anggota koperasi hanya sekitar 20 orang. Namun seiring waktu, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 130 anggota yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan koperasi.
Unit usaha yang dijalankan koperasi juga semakin berkembang, mulai dari pangkalan gas bersubsidi hingga penjualan sembako, pupuk bersubsidi, serta layanan transaksi perbankan melalui fasilitas Brilink.
Ummi menjelaskan bahwa koperasi tersebut masih sepenuhnya dikelola secara mandiri oleh para anggotanya dengan modal awal yang berasal dari simpanan pokok anggota sebesar Rp300 ribu per orang serta simpanan wajib Rp25 ribu setiap bulan.
Saat ini, koperasi tersebut mampu mencatatkan omzet harian yang berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta dari berbagai aktivitas usaha yang dijalankan.
Meski demikian, pengurus koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait sistem pengelolaan laporan keuangan yang masih dilakukan secara manual.
Ke depan, pengurus berharap adanya dukungan pengembangan sistem digital agar laporan keuangan koperasi dapat lebih transparan dan memudahkan anggota dalam memantau pembagian sisa hasil usaha (SHU). D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









