Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan bahwa tujuan utama penyelenggaraan event ini adalah untuk memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya saat ini meningkat signifikan.
Melalui proses kurasi yang ketat, pada malam peluncuran tersebut ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Dari puluhan event tersebut, enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, menunjukkan kualitas dan daya tarik yang diakui secara nasional.
Selain itu, event Sumut pada tahun 2026 juga akan dimeriahkan oleh berbagai event kelas dunia lainnya serta event bertema ekonomi kreatif dan fashion yang akan menarik perhatian wisatawan dari berbagai kalangan. “Kami berharap pelaksanaan event di tahun 2026 dapat berjalan dengan baik seperti event tahun 2025 yang telah dilaunching pada tahun sebelumnya,” katanya.
Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.
“Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026,” ucapnya dengan penuh keyakinan.
Turut hadir pada acara tersebut sejumlah bupati dari berbagai daerah, antara lain Pakpak Bharat, Samosir, dan Dairi, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata Sumut. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, serta perwakilan lembaga, asosiasi, dan komunitas yang turut memeriahkan acara peluncuran tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






