Medan-Mediadelegasi: Stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat turun langsung ke pasar tradisional untuk memastikan kondisi harga bahan pokok tetap terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Peninjauan dilakukan di Pasar Sukaramai, Medan, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
Stabilitas Harga Pangan Jadi Fokus Utama Pengawasan
Dalam kunjungan tersebut, Bobby menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Ia menyampaikan bahwa secara umum harga bahan pokok masih berada dalam kondisi relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini dinilai cukup menggembirakan di tengah kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga menjelang Lebaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah komoditas utama masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, hingga daging sapi terpantau masih dalam batas wajar dan terjangkau oleh masyarakat.
Selain itu, harga telur dan ayam juga dilaporkan masih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di sektor pangan masih dapat dikendalikan dengan baik oleh pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait.
Menurut Bobby, persoalan yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan lebih kepada distribusi barang yang belum merata. Ia menilai adanya kendala distribusi dapat menyebabkan fluktuasi ketersediaan di pasar dalam waktu singkat.
Baca juga https://mediadelegasi.id/pencegahan-gratifikasi-sumut-dipertegas-surat-edaran
Ia menegaskan bahwa stok bahan pokok secara keseluruhan dalam kondisi aman. Oleh karena itu, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada pengawasan jalur distribusi agar pasokan dapat merata ke seluruh wilayah.
Selain memantau harga, Bobby juga meninjau pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah yang digelar di lokasi yang sama. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dalam program tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, seperti beras, minyak goreng, dan ayam beku. Program ini juga memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
Bobby menilai program ini cukup efektif dalam menekan potensi kenaikan harga di pasar, khususnya menjelang hari raya. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, pihak Bank Indonesia menyampaikan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital dalam program ini juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai yang lebih praktis dan transparan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga hingga Idulfitri. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Upaya pengawasan yang dilakukan secara langsung di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












