Membangun Pertanian dan Pariwisata Samosir Berbasis Teknologi

Membangun Pertanian dan Pariwisata Samosir Berbasis Teknologi
Foto: D|ist

Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM mengapresiasi FGD PT APP. “Kebetulan saya ada kegiatan dengan Menko Maritim untuk pariwisata Danau Toba. Silahkan diskusinya dilanjutkan, nanti jika ada waktu dan memungkinkan, saya bergabung kembali pada virtual FGD ini,” katanya, yang memang terpantau dalam perjalanan dalam mobil.

Sedang Asisten II Pemkab Samosir, Saul Situmorang SE MSi mengatakan konsep 1.000 porlak yang digagas Parna Indonesia amat menarik. “Terlebih, selain menanam tanaman berumur panjang, seperti kemiri, kopi, vokad perlu digagas bagaimana kita mengolah hasilnya menjadi satu produk,” katanya seraya mencontohkan hasil kopi jangan dijual bijinya, tapi diolah sebagai kopi yang tinggal seduh.

Pada bagian lain, Letjen (Purn) Cornel Simbolon MSc, Ketum Parna Indonesia menegaskan program Parna Indonesia dapat sukses tergantung respon dan sikap Pemkab Samosir. “Pemkab sebagai regulator program ini perlu mensimulasi dan mendorong masyarakat sehingga program ini berhasil,” kata Cornel Simbolon seraya mengungkapkan tujuan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Samosir.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Yayasan Parna Kol TNI (Purn) Jalongser Simbolon SH menambahkan, sejatinya Parna Indonesia ingin bekerja sama dengan Pemkab Samosir. “Suksesnya program ini apabila ada sambutan. Yang kita tanam ini pohon, bukan orang. Jadi marga mana pun ikut memanfaatkannya,” tukas JFR Simbolon.

Dia juga mengungkapkan, perlunya memanfaatkan danau seluas satu hektar di Pusuk Buhit sebagai penyiram tanaman. “Sumber daya air sangat vital untuk program penanaman di 1.000 porlak dan pendukung pertanian masyarakat,” katanya. D|Red-02

Pos terkait