Mendongkrak Pariwisata Menanggulangi Banjir

Mendongkrak Pariwisata Menanggulangi Banjir
Kondisi di hilir terowongan Bendungan Lau Simeme. Foto: D|maruli as

MENGKEBUT pengerjaan Bendungan Lau Simeme, Kecamatan Birubiru, Deliserdang, Sumatera Utara memang bukan pekerjaan gampang. Terlebih tenggat waktu yang nyaris mencapai garis finish. Manfaatnya bagi kepariwisataan baru dan menanggulangi banjir di Medan dan Deliserdang.

Begitu pun, Jesayas Sihombing ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendunganan Lau Simeme, Balai Wilayah Sungai Sumut (BWSS) II kepada Tim Mediadelegasi, pekan lalu tetap mengaku optimis mengkebut progress yang belum mencapai setengah main dari dua Tahapan pekerjaan melibatkan perusahaan raksasa sekaliber PT Andesmont Sakti (KSO) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bumi Karsa KSO besrta sejumlah perusahaan sub kontraknya.

BACA JUGA: Ganti Rugi Tegakan “Alibi” Keterlambatan

Bacaan Lainnya

Bendungan Lau Simeme di atas lahan seluas 450 hektar ini, merupakan satu dari program 65 Bendunganan Kementerian PUPR untuk mendukung ketahanan pangan dan air nasional, kemanfaatannya sangat diperlukan masyarakat, salah satunya untuk mengatasi banjir Kota Medan dan sekitarnya dengan mengatur debit air di Sungai Deli dan Sungai Percut.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo berbiaya sebesar Rp1,3 triliun melalui skema kontrak tahun jamak 2017-2022 ini, progress pisiknya memang harus dikebut.

Menurut Jesayas Sihombing, selain mendongkrak kepariwisataan dan menumbuhkan ekonomi lokal, kemanfaatan Bendungan Lau Simeme juga  dirancang sebagai ketersediaan tekanan air yang mampu menjadi sumber pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,80 MW.

BACA JUGA: Deadline Hitungan Bulan, Progres Belum Setengah Main

Kehadiran Bendunganan Lau Simeme berpotensi memberikan manfaat untuk penyediaan air baku kepada PDAM Tirtanadi, Provinsi Sumut sebesar 3.000 liter/detik, sumber irigasi lahan pertanian wilayah Bandar Sidoras seluas 3.082 hektar dan daerah irigasi Lantasan 185 hektar.

Pos terkait