Mengurus yang sakit, Menguatkan yang Lemah : Perjuangan Bobby berbuah UHC Award

Mengurus
Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Pratama dari BPJS Kesehatan yang diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bukan sekadar capaian administratif belaka. Lebih dari itu, penghargaan ini adalah buah dari perjuangan panjang dalam mengurus dan menghadirkan negara di tengah kecemasan paling manusiawi, yaitu rasa takut jatuh sakit tanpa biaya yang memadai.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, kebijakan kesehatan di Sumatera Utara diarahkan keluar dari ruang rapat yang nyaman dan masuk ke dalam realitas kehidupan warga yang sebenarnya. Mengurus kesehatan masyarakat bukan lagi sekadar angka-angka statistik, melainkan sebuah komitmen nyata untuk hadir di tengah-tengah mereka yang membutuhkan. Ke ruang tunggu puskesmas yang seringkali penuh sesak, ke lorong rumah sakit yang selama bertahun-tahun menjadi batas antara harapan sembuh dan keputusasaan, di sanalah kebijakan diuji—apakah negara benar-benar hadir, atau hanya tercatat di atas kertas sebagai janji-janji manis yang tak pernah terwujud.

Bobby Nasution memilih jalan yang tidak mudah, namun penuh dengan keberpihakan. Mendorong perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional melalui skema UHC berarti mengurus dan menata ulang anggaran yang ada, menekan birokrasi yang seringkali berbelit-belit, dan memastikan bahwa pemerintah daerah tidak lagi membiarkan warganya berhadapan sendiri dengan mahalnya biaya pengobatan yang semakin tak terjangkau. Prinsipnya sederhana namun tegas: tak boleh ada satu pun warga Sumatera Utara yang menunda berobat hanya karena tak punya uang.

Bacaan Lainnya

Program UHC dijalankan bukan sebagai target angka yang harus dicapai, melainkan sebagai upaya untuk mengurus dan memulihkan kepercayaan rakyat bahwa negara masih berpihak kepada mereka yang membutuhkan. Setiap kartu kepesertaan adalah harapan baru. Setiap akses layanan kesehatan adalah bentuk kehadiran pemerintah yang nyata, bukan sekadar slogan kosong yang hanya diucapkan saat kampanye.

Pengakuan nasional dari BPJS Kesehatan menjadi penanda bahwa upaya tersebut terlihat dan diakui oleh pihak lain. Namun bagi Bobby Nasution, penghargaan ini bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Ia adalah pengingat bahwa kerja di sektor kesehatan tidak berhenti pada seremoni dan pidato-pidato indah, melainkan harus terus dijaga dan ditingkatkan di lapangan—agar tidak ada lagi cerita warga yang pulang dari rumah sakit dengan duka yang mendalam karena persoalan biaya yang tak mampu mereka tanggung.

Di Sumatera Utara, perjuangan itu masih terus berlangsung dengan semangat yang tak pernah padam. Namun satu hal kini jelas: arahnya telah ditetapkan dengan pasti—kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan negara wajib memperjuangkannya sampai tuntas, tanpa terkecuali.

Pos terkait