Merasa Kemerdekaannya Dirampas, Kasir Panglong Laporkan Tokenya ke Polres Samosir

- Penulis

Sabtu, 26 September 2020 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Risda Sigalingging bersama pengacaranya. Foto:D|Ist

Risda Sigalingging bersama pengacaranya. Foto:D|Ist

Samosir-Mediadelegasi: Merasa dirampas kemerdekaannya, Risda Sigalingging warga Desa Laeluhung, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi didampingi oleh kuasa hukumnya Panal Limbong bersama rekanya Boris Situmorang melapor ke Polres Samosir, Jalan Danau Toba Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Sabtu (26/9).

Menurut Risda Sigalingging hal itu dialaminya setelah dia dilaporkan atas dugaan penggelapan pada Rabu (2/9) di salah satu panglong material bangunan, karena dia merupakan pekerja sebagai kasir di panglong material bangunan tersebut.

“Saat saya dibawa oleh suruhan pengusaha itu ke Polres Samosir, atas tuduhan  penggelapan, saya langsung menghubungi Paman saya yang tinggal di Rianiate Pangururan agar langsung datang ke Polres dan membawa saya kerumahnya, tapi saya tidak diperbolehkan dibawa ke rumah paman saya, sehingga sehabis dari Polres Samosir, saya langsung dibawa ke tempat tokonya lagi,” bebernya.

BACA JUGA:  Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!

Dilanjutkanya, sejak tanggal 3 September sampai dengan tanggal 22 September dia tidak diperbolehkan keluar dari rumah seperti biasa. ”Sampai saya merindukan matahari,” katanya.

Mirisnya lagi, Risda Sigalingging juga mengaku tidak bebas menghubungi keluarganya, “Pada saat saya sakit, saya tidak dibawa berobat, handphone saya ditahan, sehingga saya harus minta tolong lewat handphone teman sekamar saya untuk menghubungi orangtua saya. Kemudian orangtua saya datang dan membawa bidan setempat untuk mengobati saya,” ungkapnya.

Panal H Limbong selaku kuasa hukumnya juga menjelaskan apa yang dialami kliennya, “Klien kami mengalami traumatis, serta ketakutan akibat kejadian tersebut, ini pelanggaran HAM, pelanggaran pasal 333 KUHP, jika terbukti pelaku akan diancam hukuman delapan tahun penjara. Bahkan, pengusaha toko material bangunan itu tidak memperbolehkan untuk berobat, dimana klien kami sakit asam lambung,” terangnya.

BACA JUGA:  Wujud Syukur Jelang Hari Bhayangkara Ke 78, Bintara Remaja Polres Samosir Laksanakan Kurve di Taman Makam Pahlawan Sidamdam

Kemudian Boris Situmorang mengatakan, pada saat kedua orangtua datang menjemput Risda Sigalingging pada Rabu kemarin, pemilik panglong tidak mengizinkannya pulang. Hingga akhirnya terjadi negosiasi, supaya Risda Boru Sigalinging diperbolehkan dibawa untuk berobat dengan pakai surat perjanjian bermeterai yang ditulis tangan oleh kepala Desa Sialanguan.

Ditambahkannya, dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa pengusaha toko material itu melalui suruhannya tidak konsisten dan tidak sesuai fakta melaporkan kliennya ke Polres Samosir. “Makanya kami dampingi melapor balik, supaya permasalahannya terang-benderang,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim AKP Suhartono. “Benar, kita telah menerima laporan dari saudari Risda Sigalingging sesuai dengan laporan Polisi Nomor: LP/B-193/lX/2020/SMR/SPKT tanggal 26 September 2020 dan akan kita tindaklanjuti,” ujarnya. D|Sam-59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam
​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir
Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung
Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit
Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir
Transformasi Digital, Pemkab Samosir Kini Terapkan Juma AI untuk Sektor Pertanian
Bupati Samosir Kunjungi Bakti Komdigi, Usulkan Penanganan Blankspot
Bupati Samosir Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Ajak Generasi Muda Bangkit di Era Digital
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:49 WIB

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:01 WIB

​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:51 WIB

Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:46 WIB

Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:58 WIB

Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir

Berita Terbaru

Foto : Hamid Rijal, SKM, M.Kes sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut (Kanan)

Sumatera Utara

Janji Tinggal Janji, Hasil Investigasi RS Citra Medika Mengambang

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:35 WIB