“Tanpa ibu, saya nggak mungkin bisa berdiri di sini, itu semua karena ibu yang melahirkan saya, membesarkan saya, merawat saya dan memberikan nilai-nilai kehidupan kepada saya. Selain itu Ibu juga mendoakan saya hingga saat ini. Maka, pada momen ini saya berterima kasih pada ibu atau mama karena beliau adalah perempuan yang tangguh yang membesarkan dan merawat saya hingga saat ini,” ungkap wanita kelahiran 18 Mei 1990.
Untuk itu, Ia mengucapkan selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu di seluruh Sumut. “Kalian adalah perempuan tangguh. Karena kalian tangguh Indonesia tumbuh,” sebutnya.
Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatra Utara, Nurni Sulaiman yang hadir dalam merayakan Hari Ibu ini mengapresiasi kegiatan yang digelar salah satu tokoh perempuan di Sumut.
“Kegiatan ini bagus. Sebagai tokoh perempuan Meryl menunjukkan empati terhadap perempuan dengan menggelar perayaan Hari Ibu. Dii tanggal 22 Desember juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun FJPI ke-14. Ini sejalan dengan program kami yakni terus mensupport tokoh-tokoh perempuan yang berperspektif gender seperti Meryl yang telah mengumpulkan ibu-ibu berstatus janda, hal ini menunjukkan kerendahan hati Bu Meryl,” terangnya.
Ibu menurut Nurni sendiri adalah sosok yang sangat berperan di kehidupan seseorang. Ibu atau perempuan bukan harus tangguh. Tapi memang terlahir sebagai sosok yang tangguh. Perempuan bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu.
“Seperti saya juga seorang jurnalis juga pelatih dan wasit taekwondo, tapi tetap melakukan pekerjaan rumah. Karena setinggi apapun dia (perempuan), jangan sampai melupakan akar yakni perannya sebagai ibu,” terangnya. D|Rel