Nelayan Belawan Krisis BBM Bersubsidi

Jumat, 10 Februari 2023 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan Rion Aritonang.  Foto: Robin Turnip

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan Rion Aritonang. Foto: Robin Turnip

Medan-Mediadelegasi: Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan mengungkapkan masyarakat nelayan di Belawan, Kota Medan dan sekitarnya masih mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Menurut Wakil Ketua Bidang Hukum DPC HNSI Kota Medan, Rion Aritonang kepada mediadelegasi.id Medan, Jumat (10/2), banyak nelayan dengan kepemilikan perahu kurang dari 10 gross ton (GT) di kawasan pesisir Belawan saat ini kesulitan mendapatkan akses kemudahan pembelian BBM bersubsidi.

“Para nelayan kecil di Belawan dan sekitarnya kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi karena harus memenuhi persyaratan yang dinilai tidak mudah dipenuhi nelayan kecil,” paparnya.

Untuk bisa mengakses BBM bersubsidi, , para nelayan kecil di wilayah utara Kota Medan tersebut harus melengkapi prosedur yang dipersyaratkan pemerintah, di antaranya surat rekomendasi melaut dari Syahbandar.

Mekanisme terkait penyaluran BBM bersubsidi, kata dia, perlu disederhanakan sehingga nelayan dapat membeli BBM bersubsidi tanpa melalui prosedur yang rumit.

“Kami berharap persyaratan untuk mendapatkan BBM bersubsidi bagi nelayan kecil bisa dipermudah, tidak lagi rumit dan banyak syaratnya,” tuturnya.

BACA JUGA:  RKBN dan PARHOBAS Salurkan Daging Kurban di Medan

Rion menambahkan, pihaknya juga mendapat laporan dari nelayan bahwa sebagian besar konsumen solar bersubsidi terdiri dari kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap sejenis pukat trawl atau pukat harimau.

Kapal penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan itu diduga sering beroperasi di sekitar perairan lima mil laut dari pantai timur Sumatera Utara (Sumut), sehingga menyebabkan kerusakan sumber daya kelautan perikanan dan populasi ikan semakin berkurang.

Imbas dari berkurangnya populasi ikan tersebut membuat para nelayan kecil terpaksa mencari ikan di perairan hingga di atas 12 mil laut dan akhirnya menambah beban biaya operasional, seperti BBM.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa di kalangan nelayan maupun pelaku usaha perikanan di kawasan Belawan saat ini masih dihadapkan pada suasana penuh ketidakpastian.

Hal itu, disebabkan total volume BBM jenis solar yang disalurkan pemerintah melalui Pertamina kepada delapan unit Stasiun Pengisian BBM jenis Solar atau Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) diperkirakan jauh di bawah konsumsi nelayan setempat.

BACA JUGA:  Peringati HUT Pencegahan Kebakaran Indonesia, Walikota Medan Tanam Pohon

Disebutkannya, total BBM bersubsidi yang dipasok Pertamina kepada delapan SPDN di kawasan Belawan tahun 2021 sebanyak 31.760 kilo liter (KL), tahun 2022 turun menjadi 31.604 KL dan tahun 2023 ini diperkirakan belum ada pemberitahuan secara resmi.

“Tahun lalu terjadi penurunan kuota dari tahun sebelumnya dan tahun 2023 ini ada keluhan dari nelayan yang mengaku sulit mendapatkan BBM bersubsidi,” tambahnya.

Seharusnya, sebut Rion, Pertamina sebagai salah satu operator yang mendapat penugasan menyalurkan BBM subsidi dari pemerintah segera menuntaskan masalah yang dikeluhkan nelayan tersebut.

Menyikapi hal itu, pihaknya mendesak pemerintah agar mempermudah persyaratan dalam mendapatkan BBM bersubsidi, khususnya bagi nelayan tradisional.

Pihaknya juga mengharapkan penyaluran BBM subsidi betul-betul tepat sasaran agar subsidi ini dinikmati oleh pihak yang tepat. D|Med-24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi

Berita Terbaru