Tokoh Pemuda Sumut ini juga mengatakan, aksi Rasmus Paludan adalah sebuah penghinaan dan pelecehan. “Maka saya anggap itu bentuk kecerobohan dan ketidakpahaman atas konsep saling menghargai serta saling menghormati antar Agama,” katanya.
Menurutnya, seluruh agama punya tujuan kedamaian bahkan kerukunan bukan memancing perpecahan dan tindakan meresahkan. “Baiknya, Pemerintah RI segera memangggil Duta Besar dan atas nama pemerintah harus punya sikap karena Indonesia adalah bangsa mayoritas muslim, tidak salah saya pikir bahwa gerakan ini penting melibatkan peranan Kementerian Agama RI,” ujarnya.
Sekadar untuk diketahui, pembakaran salinan al-Quran dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras.
Paludan, yang juga berkewarganegaraan Swedia, juga pernah menggelar sejumlah demonstrasi anti-Turki di masa lalu. Dia melakukannya sebagai protes terhadap Islam dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. D|Red-06