Purwakarta-Mediadelegasi: Kalangan pegawai di lingkungan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat mengaku enggan memberi komentar soal adanya dugaan persekongkolan atau konspirasi antarsesama perusahaan peserta tender.
“Kami hanya memfasilitasi layanan agar pengadaan barang dan jasa berjalan efisien dan transparan. Apabila ada upaya persekongkolan antarsesama penyedia barang dan jasa yang ikut lelang itu bukan domain kita,” kata salah satu anggota kelompok kerja (Pokja) UKPBJ Pemkab Purwakarta, Sofyan Gumelar saat menjawab pers, di Purwakarta, Kamis (1/9).
Menjelang pelaksanaan lelang barang dan jasa, menurut dia, para pegawai UKPBJ Pemkab Purwakarta saat ini sedang disibukkan dengan beban kerja yang cukup banyak.
“Beban kerja sudah “overload” karena keterbatasan jumlah pegawai, padahal paket yang akan dilaksanakan pemilihan penyedia sangat banyak,” tambahnya.
Untuk tahun 2022, lanjut Sofyan, UKPBJ Pemkab Purwakarta akan melaksanakan pemilihan penyedia barang dan jasa sekitar 1.500 paket.