Pegawai UKPBJ Purwakarta Enggan Komentar Soal Dugaan Persekongkolan Tender

- Penulis

Kamis, 1 September 2022 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Gedung kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: JBR-75

Gedung kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: JBR-75

Purwakarta-Mediadelegasi: Kalangan pegawai di lingkungan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat mengaku enggan memberi komentar soal adanya dugaan persekongkolan atau konspirasi antarsesama perusahaan peserta tender.

“Kami hanya memfasilitasi layanan agar pengadaan barang dan jasa berjalan efisien dan transparan. Apabila ada upaya persekongkolan antarsesama penyedia barang dan jasa yang ikut lelang itu bukan domain kita,” kata salah satu anggota kelompok kerja (Pokja) UKPBJ Pemkab Purwakarta, Sofyan Gumelar saat menjawab pers, di Purwakarta, Kamis (1/9).

Menjelang pelaksanaan lelang barang dan jasa, menurut dia, para pegawai UKPBJ Pemkab Purwakarta saat ini sedang disibukkan dengan beban kerja yang cukup banyak.

BACA JUGA:  Bobby Enggan Komentari Edy-Hasan Ajukan Gugatan Pilgub Sumut ke MK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beban kerja sudah “overload” karena keterbatasan jumlah pegawai, padahal paket yang akan dilaksanakan pemilihan penyedia sangat banyak,” tambahnya.

Untuk tahun 2022, lanjut Sofyan, UKPBJ Pemkab Purwakarta akan melaksanakan pemilihan penyedia barang dan jasa sekitar 1.500 paket.

Sementara, jumlah tenaga fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa di instansi tersebut hanya sembilan orang, sehingga setiap pegawai terpaksa harus mengelola sekitar 166 paket.

“Idealnya menurut saya, setiap pegawai UKPBJ melaksanakan kurang dari 100 paket kegiatan setiap tahun,” paparnya.

Ketika ditanya soal kemungkinan terjadi persekongkolan antara sesama perusahaan penyedia barang dan jasa yang akan mengikuti tender, ia menyatakan enggan berkomentar lebih jauh.

BACA JUGA:  Jaringan Internet dan Fasilitas Belajar Memadai, Solusi Utama Pembelajaran Online

Dia juga tidak ingin menanggapi mengenai adanya istilah dua peserta tender hanya sebagai perusahaan pendamping atau pelengkap agar terpenuhi syarat minimal tiga peserta mengikuti tender, padahal hanya menciptakan persaingan semu.

“Kalau soal para peserta lelang saling bekerjasama atau ada persekongkolan, itu bukan domain kita,” tegasnya. D|JBR-75

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Selidiki Tukar Valas Miliaran Rupiah Ridwan Kamil
Ridwan Kamil Hormati Keputusan Atalia Untuk Berpisah
Bareskrim Ungkap Kasus Judi Online Internasional, 20 Tersangka Diamankan dari Jakarta hingga Jatim – 112 Rekening Diblokir
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Sita Aset Ridwan Kamil, Diduga Terima Aliran Dana Rp 200 Miliar
Lisa Mariana Jadi Tersangka Video Porno, Polisi: Unsur Penyidikan Sudah Terpenuhi
Kasus Bank BJB Memanas, Ridwan Kamil Dipanggil KPK
Wakil walikota Bandung Akui Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi, Bantah Kena OTT
Gibran Rakabuming Raka Mengunjungi SBY di Hari Ulang Tahunnya yang ke-76

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:53 WIB

KPK Selidiki Tukar Valas Miliaran Rupiah Ridwan Kamil

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ridwan Kamil Hormati Keputusan Atalia Untuk Berpisah

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:32 WIB

Bareskrim Ungkap Kasus Judi Online Internasional, 20 Tersangka Diamankan dari Jakarta hingga Jatim – 112 Rekening Diblokir

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:20 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Sita Aset Ridwan Kamil, Diduga Terima Aliran Dana Rp 200 Miliar

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:50 WIB

Lisa Mariana Jadi Tersangka Video Porno, Polisi: Unsur Penyidikan Sudah Terpenuhi

Berita Terbaru