Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa FUSI UINSU, Tanamkan Kemanfaatan Literasi Digital

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa FUSI UINSU, Tanamkan Kemanfaatan Literasi Digital
Foto: D|Ist

Sedangkan Gusliadi Ritonga, lebih teknis memaparkan kiat menulis news dan artikel opini. “Pemahaman paling mendasar dalam penulisan jurnalistik adalah 5W tambah 1H. Jika salah satunya saja terlupakan, sebuah tulisan akan kehilangan sarat,” jelasnya.

Sesi kedua ini, Gusliadi juga memandu praktik penulisan jurnalistik, pembuatan berita terkait pelaksanaan pelatihan jurnalistik yang sedang berlansung. Materi dua tulisan terbaik telah terangkum dalam berita ini.

Pembicara sesi terakhir, Maruli Agus Salim lebih fokus mengajak peserta berselancar mengenali sejumlah aplikasi Medsos dan kemanfaatannya dalam mendatangkan rezeki.

Mulai dari perburuan rezeki yang cukup menantang sebagai YouTuber, hingga pemanfaatan web media online sebagai sarana menulis artikel yang menyediakan honor tulisan.

“Agar tulisan dimuat web media online, tentu sangat konpetitif dan selektif. Kualitas materi yang diangkat dan struktur kalimat sangat menentukan,” kata Maruli.

Terkait pelaksanaan pelatihan jurnalistik itu, peserta mengesankan, tidak merasa bosan. Alasan mereka, pematerinya cukup berbaur dan akrab dengan audiens. “Jawaban dalam setiap sesi diskusi sangat jelas, tinggal sejauhmana kami mengaktualisasikannya,” kata Angga salah seorang peserta. D|Rel

Pos terkait