“Dalam hal pengembangan pariwisata, tantangan yang dihadapi Pemkab Samosir yaitu bagaimana cara merubah pola pikir masyarakat agar mampu berkontribusi untuk ikut menjadi pelayan bagi wisatawan internasional,” tambahnya.
Terkait tantangan tersebut, Hotraja mengajak segenap setiap kelompok mahasiswa peserta KKN Tematik Universitas Santo Thomas Medan dapat membantu Pemkab Samosir mengedukasi masyarakat agar mampu menerima dan melayani wisatawan.
Khusus kepada mahasiswa Unika Santo Thomas yang akan melaksanakan tugas KKN tematik di Samosir, Hotraja berharap agar mampu menjadi panutan dan teladan, memilihara sikap dan tindakan serta menerapkan dalihan natolu.
Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Santo Thomas Medan Prof. Dr Maidin Gultom menyerahkan sebanyak 50 mahasiswanya untuk melaksanakan KKN tematik di Kabupaten Samosir selama tiga bulan kedepan.
Para mahasiswa yang mengikuti KKN tematik tersebut berasal dari berbagai program studi, antara lain bidang pertanian, keguruan dan pendidikan, bahasa dan sastra Inggris, pariwisata, ekonomi, teknik sipil, arsitektur dan hukum.
“Selaku Rektor Universitas Santo Thomas, saya menyerahkan mahasiswa kepada Pemkab samosir. Terimalah dan bimbing mereka untuk mengabdikan pengetahuan kepada masyarakat Samosir. Mudah-mudahan mereka berhasil dengan baik,” ucap Maidin
Khusus kepada para peserta KKN tematik, Rektor berpesan agar tetap menjaga tindakan moral, memelihara kebersamaan dibarengi dengan iman.
“Kiranya kegiatan KKN tematik yang akan dilaksanakan para mahasiswa ini dapat memberikan hasil yang baik dan bermafaat bagi masyarakat di Kabupaten Samosir,” tuturnya.Kabupaten Samosir, harap Maidin Gultom.
Kegiatan KKN Tematik mahasiswa Universitas Santo Thomas tersebut akan dilaksanakan di Desa Lumban Suhi Toruan, Situngkir, Siogung-ogung dan Lumban Pongkih Kecamatan Ronggur Nihuta. D|Red-04