Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI telah meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir, seperti membangun waduk dan melanjutkan normalisasi sungai. Selain itu, pembersihan saluran air secara rutin dilakukan untuk mencegah penyumbatan yang berpotensi menimbulkan genangan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian, termasuk sistem peringatan dini berbasis digital dan pemantauan cuaca secara real-time.
Pemprov DKI turut mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana penanganan banjir, seperti pompa air stasioner dan mobile di area rawan, perahu evakuasi, dan posko siaga bencana.
Teguh menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.
Ia mengajak warga Jakarta, khususnya para Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat, untuk aktif menjaga lingkungan, menghindari pembuangan sampah sembarangan, serta melaporkan potensi bencana di sekitar mereka.