Medan-Mediadelegasi: Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa penanganan bencana nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dijalankan dengan pendekatan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Pendekatan ini merupakan arahan langsung dari Presiden yang telah ditegaskan secara berulang kali dalam berbagai kesempatan resmi.
Arahan TSM disampaikan Presiden Prabowo baik dalam sidang kabinet paripurna, rapat terbatas dengan unsur terkait, maupun saat kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana di berbagai daerah. Setiap kesempatan tersebut digunakan untuk memastikan seluruh elemen negara bergerak sinkron dalam menangani masalah yang dihadapi masyarakat.
Menurut Ivan, kehadiran langsung Presiden Prabowo di lokasi terdampak tidak hanya sekadar memantau penanganan bencana, namun juga berperan sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat. Khususnya bagi ibu-ibu dan anak-anak, kedatangan Presiden menjadi bukti bahwa mereka tidak ditinggalkan dan benar-benar merasakan perhatian dari negara.
Presiden Prabowo juga menekankan dengan tegas larangan praktik wisata bencana bagi seluruh pejabat negara. Setiap kunjungan ke daerah terdampak harus diimbangi dengan kerja nyata dan pemberian bantuan langsung yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang terkena dampak.
Arahannya tersebut telah tercermin dalam serangkaian kunjungan Presiden ke berbagai wilayah yang mengalami bencana, antara lain di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pada setiap kunjungan, Presiden selalu mengajak bersama menteri dan pejabat terkait dengan penanganan bencana.
Di antara pejabat yang selalu menyertai kunjungan adalah Menteri Pekerjaan Umum, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Staf TNI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), guna memastikan setiap langkah penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.

