Sebagai contoh nyata dari kecepatan penanganan, aparat TNI berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan darurat dalam waktu kurang dari satu minggu, jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Untuk meningkatkan koordinasi, Presiden juga menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan.
Selain pendekatan struktural yang terorganisir dengan baik, Ivan juga menekankan sisi kepemimpinan lapangan dan empati yang menjadi ciri khas Presiden Prabowo. Latar belakangnya sebagai prajurit tempur membentuk gaya kepemimpinan yang terbiasa turun langsung ke lapangan, mengecek pelaksanaan setiap perintah, dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Dalam penanganan bencana, Presiden Prabowo menetapkan sejumlah prioritas utama yang harus segera ditindaklanjuti. Antara lain pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi korban, percepatan perbaikan fasilitas publik, pemberian bantuan stimulan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur air bersih, hingga restrukturisasi kredit bagi mereka yang terkena dampak.
Ivan menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan bencana tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan program yang terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan. “TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

