Sasaran dari gladi sispamkota ini melibatkan tiga tahapan situasi. Tahapan pertama melibatkan simulasi keributan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipicu oleh kedatangan dua masyarakat yang tidak dapat memberikan bukti undangan dan identifikasi diri. Tahapan kedua melibatkan perampokan kotak suara yang diangkut oleh petugas PPK. Tahapan ketiga melibatkan ketegangan antara saksi pasangan calon yang menolak hasil rekapitulasi suara.
Selama gladi sispamkota, personel kepolisian terlibat dalam penanganan keributan, pengamanan kotak suara, serta mediasi antara saksi pasangan calon dengan Komisioner KPU. Gladi ini juga mencakup situasi di mana massa merasa terprovokasi dan melakukan aksi unjuk rasa, yang harus ditangani dengan bijak.
Seluruh aksi massa dan kejahatan dapat diatasi dengan kesiapan personil Pengamanan, tim Rekasi Cepat, Unit Patroli, Tim Negosiator, dalmas awal dan dalmas lanjutan Polres Samosir.
Sekira pukul 11.00 WIB, rangkaian kegiatan pengecekan dan gladi sispamkota selesai dilaksanakan, dan situasi dianggap dalam keadaan aman dan terkendali.
Kabag Ops Polres Samosir Kompol M Hasan SH MH menyampaikan, gladi sispamkota ini merupakan bagian dari persiapan yang sangat penting untuk menghadapi Pemilu 2024. Hal ini bertujuan agar seluruh personel pengamanan memiliki pemahaman dan kesiapan yang baik dalam mengantisipasi situasi kontijensi yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Pemilu.
“Gladi sispamkota akan terus dilakukan setiap hari Sabtu hingga dimulainya masa kampanye pada bulan November 2023,” kata Kompol M Hasan. D|Red