Perhatian Sepi di Pardomuan Nauli

Jumat, 29 April 2022 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Embung tadah hujan ini ada di hulu Desa Pardomuan Nauli. Lebih kurang satu kilometer ke hulu embung ini ada lembah yang memiliki sumber mata air. Namun karena bendungan bocor, air lebih memilih mengalir ke sungai di bawahnya. Foto: D|dingot turnip

Embung tadah hujan ini ada di hulu Desa Pardomuan Nauli. Lebih kurang satu kilometer ke hulu embung ini ada lembah yang memiliki sumber mata air. Namun karena bendungan bocor, air lebih memilih mengalir ke sungai di bawahnya. Foto: D|dingot turnip

Mual (sumber air) dari embung tadah hujan ini terlihat MCK, satu-satunya sumber air warga Dusun Satu dan Dusun II, Desa Pardomuan Nauli. Embung mengering jika satu bulan saja tak diguyur hujan. Foto: D|Dingot Turnip

Mulainta boru Sitindaon, nenek tua di Dusun Dua, Pardomuan Nauli tampak mengais dan membolak-balik biji kopi yang terjemur di halaman rumahnya.

Kehadiran Tim Mediadelegasi, Selasa 26 April 2022, tampak mengusik kesibukan kaum ibu dengan jemuran biji kopi di halaman rumah masing-masing.

Bagai tidak mau kehilangan kesempatan sia-sia, sejumlah keluhan bernada keprihatinan satu persatu menguap. “Perhatian sepi pemerintah, membuat banyak persoalan dan kesenjangan yang membuat kami merana. Mulai dari kondisi jalan menuju desa, kekeringan saat kemarau sebulan saja, fasilitas kesehatan hingga keterbatasan akses signal ponsel,” ungkap seorang ibu yang kemudian diketahui bernama Errita Br Sitanggang Kepala Dusun Dua.

BACA JUGA:  Freddy Situmorang Gandeng Andreas Simbolon Menyapa Warga Nainggolan

Kekeringan di atas Danau Toba. Salah satu bentuk derita yang membuat penduduk Dusun Dua ini merana. Ada embung tadah hujan seluas lebih kurang tiga rantai di sebelah barat perkampungan. Di hilir embung ada semacam kamar mandi satu skat, tempat mereka antri demi kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) setiap hari. Tidak air di rumah jika tidak diambil dari mual (mata air-red).

Mulainta boru Sitindaon bersama ibu-ibu yang lain tampak bagai iringan pawai dengan ember plasitik 10 liter di atas kepala mereka masing-masing. Berjalan lebih kurang 200 meter, air pun sampai di rumah pas sekadar untuk keperluan buang air kecil, minum dan mencuci tangan.

BACA JUGA:  Seratusan Guru Ikuti Workshop Virtual Inovasi Pendidikan Hari Ini

Tanpa jamban hampir di sebagian besar rumah, saat kebelet, hanya bisa mengunjungi kamar mandi di hilir embung.  

Satu tanggapan untuk “Perhatian Sepi di Pardomuan Nauli”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paskibraka Samosir Dapat Apresiasi dan Uang Pembinaan
86 Warga Binaan Lapas Kelas III Pangururan Dapat Remisi
Pengadilan Negeri Balige Eksekusi Lahan Warisan Keluarga Simbolon di Pangururan
Rumah Batak Manifestasi Etika Kristen dan Penatalayanan Ciptaan, Kata Wilmar Simandjorang
PTUN Medan Batalkan Sertifikat Hak Pakai Pemkab Samosir, Pemerintah Ajukan Banding
Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam
​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir
Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Paskibraka Samosir Dapat Apresiasi dan Uang Pembinaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:58 WIB

86 Warga Binaan Lapas Kelas III Pangururan Dapat Remisi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Pengadilan Negeri Balige Eksekusi Lahan Warisan Keluarga Simbolon di Pangururan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Rumah Batak Manifestasi Etika Kristen dan Penatalayanan Ciptaan, Kata Wilmar Simandjorang

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

PTUN Medan Batalkan Sertifikat Hak Pakai Pemkab Samosir, Pemerintah Ajukan Banding

Berita Terbaru

Tersangka Kasim alias Kosim (kiri), residivis peredaran sabu yang diamankan Polsek Kualuh Hulu, Kamis (20/8/2026), beserta barang bukti (kanan) berisi sabu 0,35 gram, timbangan elektrik, plastik klip kosong, alat sedot, HP Oppo biru, dan uang tunai Rp420 ribu. Tersangka mengaku memperoleh barang dari seseorang bernama Kiki yang kini masih diburu. Foto: GS.

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polsek Kualuh Hulu Amankan Terduga Pengedar Sabu

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:42 WIB