Peringatan HUT Kabupaten Rohul ke 23

Bupati dan Wakil Bupati Rohul Memotong Tumpeng

Tingkat pengangguran terbuka di tahun 2020, 4,42 persen menurun pada tahun 2021 menjadi 2,25 persen, kemudian tingkat kemiskinan tahun 2020, 10,31 persen naik tipis pada tahun 2021 menjadi 10,40 persen. Sedangkan untuk indek pembangunan manusia tahun 2020, berusia 69,38 tahun meningkat menjadi 69,67 tahun pada tahun 2021,” lanjut Bupati.

“Sementara pendapatan perkapita masyarakat pada tahun 2020, 64,53 juta pertahun meningkat pada tahun 2021 menjadi 73,98 juta pertahun dan rasio kesenjangan antara kaya dan miskin semakin kecil, pada tahun 2020 adalah 0,314 sementara pada tahun 2021 menjadi 0,296,” tambahnya.

Khusus kemiskinan jelas Bupati, penanggulangannya mulai tahun ini mendapat perhatian tersendiri dari pemerintah pusat, komitmen dari pemerintah Provinsi yang harus ditindak lanjuti ditingkat Kabupaten yaitu penanggulangan kemiskinan ekstrem yang harus tuntas pada tahun 2024 yang akan datang. hal ini tentu menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskan kepentingan masyarakat.

Dia juga mengakui pelaksanaan pemerintahan secara umum dapat berjalan cukup memuaskan. Hal ini terbukti, dengan berhasilnya pemerintah Kabupaten Rohul pada tahun 2021 menjalankan anggaran tanpa defisit, dan mendapatkan dana insentif daerah sebagai penghargaan dari pemerintah pusat tahun 2022.

“Memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian yang ke-4 kalinya, memperoleh penghargaan maturitas penyelenggaraan sistem pengawasan interen pemerintah level 3 tahun 2020, apresiasi MCP tahun 2021 dan apresiasi penilaian integritas (SPI) tahun 2021 dari komisi pemberantasan korupsi atau KPK RI,” jelas Bupati lagi.

di bidang ekonomi, Pemerintah menggalakkan dan mengembangkan serta mendorong perkembangan Industri Kecil Menengah dan Usaha Kecil Mikro Menengah untuk menggairahkan ekonomi masyarakat, termasuk kelembagaan BUMDES. “Sementara itu, dibidang sosial, agama, adat dan budaya, kita tetap menumbuh kembangkan suasana kerukunan, keamanan, kenyamanan, dan toleransi ditengah masyarakat kita yang heterogen, sesuai dengan ciri khas masyarakat kita yang religius,” pungkas Bupati. (Lubernandus Pasaribu)

Pos terkait