Sementara itu, PS. Kanit II Sat Intelkam Polres Samosir, Bripka Rados Togatorop, S.H., melaporkan bahwa sejak Januari hingga Juli 2025 telah terjadi 23 kasus karhutla di Kabupaten Samosir. Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Samosir telah membentuk Tim Brigade Dalkarhut sebagai langkah konkret penanganan karhutla.
Kapolsek Pangururan AKP Bangun Tua Dalimunthe dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kecamatan Harian menjadi wilayah dengan insiden karhutla terbanyak di Samosir, dengan Kelurahan Siogung-ogung dan Desa Tanjung Bunga sebagai titik rawan. Ia menekankan bahwa sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian pembakaran lahan pribadi yang merembet ke kawasan hutan.
“Belum ditemukan indikasi masyarakat sengaja membakar kawasan hutan. Namun kami harap jurnalis turut ambil bagian dalam edukasi kepada publik, terutama karena status Geopark Kaldera Toba sedang menjadi sorotan UNESCO akibat isu lingkungan,” tegasnya.
FGD ini menjadi ruang dialog terbuka lintas sektor guna membangun sinergi dalam mencegah dan menangani karhutla di Kabupaten Samosir yang menjadi bagian dari kawasan strategis nasional Danau Toba.








