Misteri Kematian Ermanto Usman Disorot DPR Desak Usut

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Ermanto Usman (Kiri) dan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka (Kanan). Foto: Ist.

Korban Ermanto Usman (Kiri) dan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka (Kanan). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka menyoroti misteri kematian Ermanto Usman (65) yang ditemukan tewas secara tragis di kediamannya di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Ia menilai kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai peristiwa kriminal biasa.

Misteri Kematian Ermanto Usman Diminta Diusut Tuntas

Rieke menyampaikan bahwa misteri kematian Ermanto perlu diusut secara mendalam karena diduga berkaitan dengan sikap korban yang sebelumnya vokal terkait dugaan korupsi di sektor pelabuhan. Menurutnya, indikasi tersebut membuat kasus ini berpotensi lebih kompleks daripada sekadar tindak kejahatan biasa.

Ia menegaskan bahwa jika benar ada kaitan dengan upaya membungkam suara yang mengungkap dugaan pelanggaran hukum, maka kasus tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rieke juga mengenang Ermanto sebagai sosok yang dikenal berani menyampaikan pendapatnya. Ia menyebut korban sebagai orang yang konsisten berbicara berdasarkan hati nurani, bukan karena kepentingan tertentu.

Menurutnya, kehilangan sosok seperti Ermanto merupakan pukulan bagi masyarakat yang masih memperjuangkan transparansi dan kebenaran dalam berbagai sektor publik.

BACA JUGA:  Longsor Landa Cilacap, 21 Orang Masih Dalam Pencarian

Rieke menilai bahwa kematian korban tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menjadi cerminan kondisi penegakan hukum di Indonesia yang harus terus diperbaiki.

Ia kemudian mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat di balik peristiwa itu.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/ramalan-baba-vanga-2026-picu-spekulasi-global-baru/

Rieke meminta agar penyelidikan tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual yang merancang tindakan tersebut.

Menurutnya, jika terdapat pihak yang berada di balik peristiwa itu, maka mereka harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penyerangan terhadap pasangan suami istri di rumah mereka di kawasan Bekasi. Korban diketahui adalah Ermanto Usman dan istrinya yang berinisial P (60).

Kasus tersebut ditangani oleh Polres Metro Bekasi Kota melalui satuan reserse kriminal yang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa Ermanto meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami luka akibat serangan benda tajam dan benda tumpul.

BACA JUGA:  Anak Riza Chalid Hadapi Vonis Kasus Korupsi Minyak

Sementara itu, sang istri yang juga menjadi korban dalam penyerangan tersebut mengalami luka serius dan sempat menjalani operasi di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban yang menemukan kedua orang tuanya tergeletak di dalam rumah pada dini hari saat waktu sahur.

Anak korban awalnya merasa heran karena tidak dibangunkan untuk makan sahur seperti biasanya. Ketika turun ke lantai bawah, ia mendapati rumah dalam kondisi gelap dan tidak ada respons dari kedua orang tuanya.

Saat mencoba membuka pintu kamar, sang anak mendapati gagang pintu dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat dibuka dari luar.

Karena panik, ia kemudian keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya menghubungi keluarga yang kemudian datang dan membantu membuka jendela rumah untuk masuk ke dalam. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan
Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten
Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda
Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026
Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA
Noel Berang: Sebut ‘Sultan Kemnaker’ Tak Layak Jadi Saksi Mahkota, Layak Dihukum Mati
Tragedi Berdarah di Bandara Karel Sadsuitubun: Nus Kei Tewas Ditikam Akibat Dendam Masa Lalu
Kebon Pala Terendam Banjir 1,75 Meter: Warga Mulai Mengungsi Akibat Luapan Sungai Ciliwung

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:29 WIB

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan

Rabu, 22 April 2026 - 16:22 WIB

Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten

Rabu, 22 April 2026 - 14:06 WIB

Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda

Rabu, 22 April 2026 - 13:45 WIB

Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026

Senin, 20 April 2026 - 14:52 WIB

Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA

Berita Terbaru

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengusulkan agar warga yang kehilangan KTP elektronik (e-KTP) dikenakan sanksi denda ketika hendak mencetak ulang.

Jakarta

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:54 WIB